Sirnas Banten Berlangsung Kompetitif


Sirnas Banten Berlangsung Kompetitif

22/10/2012

Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) Banten Open 2012 telah selesai digelar Sabtu, (20/10) lalu. Rangkaian Djarum Sirnas di kota kedelapan ini berlangsung kompetitif.
Pertandingan Djarum Sirnas Banten menghadirkan persaingan yang sangat ketat. Para unggulan berguguran, seperti juara bertahan Sirnas, Alamsyah Yunus yang terhenti di semifinal dan juara ganda putra Sirnas Semarang, Rendra Wijaya/Rian Sukmawan yang takluk di perdelapan final.
Muncul nama baru yang keluar sebagai juara tunggal putra menggantikan Alamsyah Yunus, yaitu Thomi Azizan Mahbub dari PB Djarum. Sementara itu, atlet Pelatnas berjaya di ganda putra dengan memunculkan all Pelatnas final dan dimenangkan oleh duo baru Pelatnas, Hardianto/Rahmat Adianto usai menaklukkan unggulan kedua, Ronald/Selfanus Geh yang juga merupakan penghuni Cipayung.
Warga Banten pun terlihat antusias menyaksikan jalannya laga. Sekitar 1000 penonton nampak memenuhi GOR Asa Sport Center yang menjadi tempat dilangsungkannya pertandingan dan kompak meneriakkan dukungan di tiap partai pertandingan yang digelar.
Berakhirnya Sirnas Banten menjadi awal bagi rangkaian Sirnas berikutnya yang akan berhenti di Kota Denpasar, Bali, 5-10 November mendatang.

Febby Angguni Mati-matian di Bulutangkis


Febby Angguni Mati-matian di Bulutangkis

22/10/2012

Febby Angguni merupakan salah satu langganan juara Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) di nomor Tunggal Dewasa Putri. Ia pernah menjuarai Sirnas Kalimantan, Palembang, Jakarta, Semarang, dan terakhir di Banten, (20/10) lalu.
Prestasi mojang Bandung kelahiran 8 Juli 1991 ini pun tak hanya sebatas di tingkat nasional saja, tapi juga internasional. Ia meraih gelar internasional pertamanya di Kejuaraan U-16 Asian Junior Championship pada tahun 2006, dilanjutkan dengan gelar juara Milo Junior Indonesia Open 2007, dan juara Yonex Sunrise Malaysia International Challenge 2008.
"Pertandingan Milo Junior Indonesia Open yang paling berkesan, karena dari lima gelar yang ada, hanya satu gelar untuk Indonesia dan itu dari aku," ujarnya.
Febby yang gemar menyantap ikan bakar gurame  ini memulai karier bulutangkisnya sejak masih belia. Febby kecil yang saat itu masih berumur 8 tahun sudah tertarik dengan bulutangkis.
"Awalnya gara-gara mama suka main bulutangkis dan aku sering ikut ke GOR. Lama-lama jadi tertarik, apalagi di Indonesia bulutangkis merupakan olahraga yang bisa mendunia," tutur Febby.
Ia pun kemudian memutuskan untuk menekuni olahraga tepuk bulu ini dan bergabung dengan PB Djarum di tahun 2004. Tak sedikit suka dan duka yang dialami Febby selama merintis kariernya di bulutangkis.
"Sukanya bisa ke luar negeri, bikin bangga orang tua dan menghasilkan uang sendiri. Dukanya jauh dari keluarga sejak kecil dan sakit hati kalau kalah," ungkapnya.
Orang tua diakui Febby memegang peranan penting dalam memotivasi dirinya untuk terus berprestasi. Hingga saat ini, pesan kedua orang tuanya masih tertanam jelas dalam ingatannya.
"Mereka bilang harus mati-matian di bulutangkis karena itu sudah jadi cita-cita aku dari kecil. Bakal sia-sia kalau cuma setegah-setengah," ucapnya mantap.
Febby pun berharap dapat mengharumkan nama bangsa dan negara melalui hobinya ini.
"Aku tidak akan patah semangat, terus latihan untuk mencapai target. Kalaupun tidak tercapai, asalkan sudah usaha nantinya tidak akan menyesal," pungkasnya sambil tersenyum manis.

Thomi Unjuk Gigi di Kelas Dewasa


Thomi Unjuk Gigi di Kelas Dewasa

21/10/2012

Nama Thomi Azizan Mahbub sesungguhnya sudah tidak asing lagi di arena Djarum Sirkuit Nasional (Djarum Sirnas). Sejak ajang ini diperkenalkan pada pertengahan tahun 2009 silam, Thomi sudah hadir mengukir namanya sejak remaja di tahun 2009, di sektor taruna tahun 2010-2011 dan kini ia mengukirkan namanya sebagai juara di kelas dewasa.
Bisa diungkapkan di ajang Djarum Sirnas ini nomor tunggal dewasa putra menjadi salah satu nomor paling bergengsi. Nomor ini kerap dihiasi nama-nama tunggal elit non pelatnas tanah air seperti Alamsyah Yunus, Tommy Sugiarto, Senatria Agus Setia Putra dan lain-lain. Kini, tunggal arahan PB Djarum ini mulai menyejajarkan namanya bersama tunggal-tunggal tersebut.

Di ajang Djarum Sirnas kedelapan yang digelar di Cilegon, Banten ini ia mengukuhkan namanya sebagai penghuni podium pertama usai mengalahkan Gestano Ganendra di partai puncak 21-15, 21-12.

Thomi sendiri mulai tahun 2012 ini kerap menghiasi ajang internasional di level junior. Awal tahun 2012 lalu, Thomi dikirim ke tiga turnamen di Eropa yakni German Junior, Dutch Junior dan turnamen berlevel International Challenge di Rumania.

Atlet yang akan segera merayakan ulang tahun ke 18 nya besok (22/10) ini, diharapkan mampu menyambung tongkat estafet kejayaan bulutangkis Indonesia. Atlet yang humoris dan kerap menebarkan senyumnya ini juga akan mewakili Indonesia di ajang Kejuaraan Dunia junior yang akan digelar pekan depan. Kini tantangan bagi Thomi semakin besar, ia harus bisa menjaga performanya untuk bisa menjadi andalan Indonesia di masa yang akan datang.

Djarum Sirnas seakan menjadi "tempat latihan" baginya dan batu loncatan agar ia bisa menjadi atlet yang lebih hebat. Sumbangsih Djarum Sirnas semakin terasa, Thomi menjadi salah satu bukti bahwa ajang ini memberikan pengalaman dan modal berharga bagi atlet muda Indonesia. Sebelumnya, Alfian Eko Prasetya/Gloria Emanuelle Widjaja menjadi juara dunia junior tahun 2011 silam, semoga kali ini jebolan Djarum Sirnas mampu unjuk gigi di ajang yang lebih tinggi.

Pelatnas Raih 1 Gelar Juara dan 2 Runner Up


Pelatnas Raih 1 Gelar Juara dan 2 Runner Up

21/10/2012

Pelatnas yang turut meramaikan persaingan Djarum Sirkuit Nasional (Djarum Sirnas) Cilegon Banten 2012 akhirnya berhasil membawa satu gelar juara dan dua runner up. Gelar juara dipersembahkan oleh pasangan hasil bongkar pasang ganda putra, Hardianto/Rahmat Adianto sementara gelar runner up diberikan oleh ganda putra Selvanus Geh/Ronald Alexander dan ganda putri Melvira Oklamona/Ririn Amelia.
Hardianto/Rahmat berhasil menaklukan dominasi Rendra Wijaya/Rian Sukmawan sebelum menjadi juara. Pasangan ini bersua di babak ketiga dimana mereka menang 22-20, 17-21 dan 21-18. Mereka pun berhasil menembus dominasi PB Djarum dimana babak perempat final mereka menaklukan Darmiko/Albert Saputra dengan skor tipis 23-21, 23-21.

Di semifinal mereka pun menaklukan salah satu pasangan kuat di arena Djarum Sirnas, Ridho Akbar/Kriesna Adi Wijaya dengan 21-12, 21-16. Dan di partai puncak mereka mengalahkan rekannya Selvanus/Ronald 21-16 dan 21-10.

Sementara di ganda putri. Langkah wakil Pelatnas harus finis sebagai runner up. Gebrakan Melvira/Ririn dengan menaklukan unggulan 2 Variella Aprilsasi/Lita Nurlita di babak kedua dengan 21-17, 21-17 harus terhenti di tangan unggulan pertama Devi Tika Permatasari/Keshya Hanadia Nurvita. Mereka berhasil memberikan perlawanan ketat kepada pasangan asal PB SGS PLN itu. Kalah tipis 20-22 di game pertama mereka menang 21-19 di game kedua. Sayang, mereka harus kembali kalah tipis di game pamungkas dan menyerah 24-22 setelah bertarung selama hampir satu setengah jam.

Lalui Laga Sengit, Devi/Tika Akhirnya Juara


Lalui Laga Sengit, Devi/Tika Akhirnya Juara

20/10/2012

Pasangan asal SGS PLN, Devi Tika Permatasari/Kehsya Nurvita Hanadia keluar sebagai juara Ganda Dewasa Putri usai menaklukkan srikandi Pelatnas, Melvira Oklamano/Ririn Amelia lewat rubber game.
Jalannya laga berlangsung alot. Rally poin kerap terjadi dan berhasil menyedot perhatian penonton. Bahkan, ketatnya ketatnya pertandingan membuat Devi dan Melvira berkali-kali harus mendapatkan pertolongan tim medis karena mengalami kram kaki.
Unggul di game pertama, Devi/Tika kecolongan di game kedua. Di game ketiga, terjadi deuce panjang hingga akhirnya mereka berhasil menutup pertandingan dengan kemenangan 22-20, 19-21, dan 24-22 dalam waktu 1 jam 39 menit.
"Mereka sulit ditembus, mainnya juga ngotot. Kita juga sempat terpengaruh penonton, tadinya mau bertahan, tapi karena penonton teriak smash, jadi ikutan smash," papar Devi.
Kemenangan ini membawa Devi/Tika kembali naik ke podium juara setelah terakhir kali menjadi juara di Palembang, Maret lalu.
"Yang pasti senang sekali akhirnya bisa juara lagi," ujar Kehsya.
Rencananya, Devi/Tika akan mengikuti turnamen Sirnas berikutnya yang akan digelar di Denpasar, Bali, 5-10 November mendatang.

Thomi Juara Baru Sirnas


Thomi Juara Baru Sirnas

20/10/2012

Perhelatan Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) Banten Open 2012 mencetak juara baru di nomor Tunggal Dewasa Putra.
Thomi Azizan Mahbub perdana naik ke podium juara usai melibas pemain Tangkas Specs, Gesstano Ganendra Adwitya dua game langsung, 21-15 dan 21-12 dalam partai final yang berlangsung Sabtu, (20/10).
"Saya lihat Gesstano agak tegang dan nampak tidak yakin dengan permainannya, disitulah saya mulai menyerang," ungkap Thomi.
Perjalanan pemain PB Djarum ini untuk sampai ke podium juara tidaklah mudah. Ia harus melewati unggulan ketiga Fauzi Adnan di perdelapan final, Febryan Irvanaldy yang menjadi unggulan ketujuh di perempat final, dan melawan sang juara bertahan Alamsyah Yunus di semifinal.
Gelar juara perdana ini sekaligus menjadi ajang pembuktian bagi Thomi untuk menebus kekalahannya di Pembangunan Jaya Cup dan World Junior Championships 2012.
"Saya persembahkan gelar ini untuk keluarga. Buat saya, mereka nomor satu," sahutnya.
Rencana Thomi dalam waktu dekat ini adalah berkonsentrasi untuk menghadapi World Junior Championships di Jepang, 27 Oktober mendatang.

Sony Ingin Balas Kekalahannya dari Pengyu


Sony Ingin Balas Kekalahannya dari Pengyu

20/06/2012

Langkah Sony Dwi Kuncoro dijegal pemain asal China, Du Pengyu pada babak perempat final Djarum Indonesia Open Super Series Premiere (DIOSSP) 2012 lalu. Belum genap sepekan berlalu, Sony sudah akan bertarung kembali melawan Du Pengyu di karpet hijau.
Sony berhasil mendapatkan tiket ke babak utama Singapore Open Super Series 2012 usai mengalahkan pebulutangkis Belgia keturunan Indonesia, Yuhan Tan, dengan dua game langsung, 21-12 dan 21-16 di babak kualifikasi.
Lolos ke babak utama yang berlangsung Rabu, (20/6) ini, Sony sudah ditunggu Du Pengyu, runner up DIOSSP 2012 yang juga mengalahkannya di perempat final DIOSSP 2012. Saat itu, Sony yang sebelumnya berhasil menaklukkan Peter Gade dari Denmark dan seniornya, Taufik Hidayat, harus mengakui keunggulan Du Pengyu dengan skor akhir 14-21 dan 15-21.
Namun rupanya di ajang Singapore Open Super Series 2012 ini, Sony berniat untuk membalas kekalahannya dari Pengyu. Menurutnya, ini adalah momen yang tepat untuk menunjukkan eksistensinya kepada dunia.
”Saya siap membalas kekalahan itu.Saya merasa ini momen tepat untuk menunjukkan diri bahwa saya masih eksis di bulu tangkis dunia,” ujar pemain peringkat 45 dunia ini optimis.

Ardiansyah/Lita Raih Gelar Keempat


Ardiansyah/Lita Raih Gelar Keempat

20/10/2012

Pasangan Ardiansyah/Lita Nurlita menambah koleksi gelar juara dalam Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) Banten Open 2012.
Ardiansyah/Lita Raih Gelar KeempatDalam partai final yang berlangsung Sabtu, (20/10), pasangan asal Pertamina Indonesia dan SGS PLN ini memebekuk pasangan Rendra Wijaya/Devi Tika Permatasari dari PB Djarum dan SGS PLN dengan skor  21-16 dan 21-14.
"Benar-benar main nekat aja tadi, lepas, ga ada beban. Untuk ukuran pasangan baru, Rendra/Devi sudah bagus. Tapi, mungkin kekompakannya masih belum dapat," tutur Lita.
Kemenangan ini sekaligus mengukuhkan gelar juara keempat bagi Ardiansyah/Lita setelah sebelumnya meraih gelar juara di Sirnas Jambi, Palembang, dan Bandung.
Rendra/Devi pun mengakui keunggulan lawannya tersebut.
"Penguasaan lapangan mereka lebih unggul. Permainan saya tadi juga kurang maksimal karena kaki saya sedang sakit sejak dari semifinal," ujar Rendra

Rendra/Devi ke Final


Rendra/Devi ke Final

20/10/2012


Meskipun baru berpasangan, Rendra Wijaya/Devi Tika Permatasari asal PB Djarum dan SGS PLN ini berhasil menembus final Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) Banten Open 2012. Namun, pasangan Ganda Campuran ini tak mau sesumbar menargetkan juara.

"Pelan-pelan saja dulu, sekarang hanya ingin bisa bermain bagus di final nanti," kata Devi.Tiket final diperoleh Rendra/Devi dengan menekuk pasangan asal Pelatprov Banten, Ridho Akbar/Eri Octaviani dua game langsung, 21-11 dan 21-18 dalam laga semifinal, Jumat (19/10).Di final, Rendra/Devi akan bertemu Ardiansyah/Lita Nurlita dari Pertamina Indonesia. Pernah berpasangan dengan Ardiansyah sebelumnya, Devi pun sedikit banyak sudah mengetahui gaya permainan lawan."Waspadai tangan nakalnya Ardiansyah, pukulannya banyak variasi dan tidak terduga," pungkas Devi.
Final Djarum Sirnas Banten digelar Sabtu, (20/10) mulai pukul 13.00 WIB di GOR Asa Sport Center Cilegon dan akan disiarkan langsung di TVRI.

Ganda Pelatnas Berjaya


Ganda Pelatnas Berjaya

19/10/2012

Seluruh punggawa Pelatnas yang turun di nomor ganda berhasil melaju mulus ke perempat final Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) Banten Open 2012.
Mereka adalah Hardianto/Rahmat Adianto, Ade Yusuf Santoso/Wahyu Nayaka Arya P, dan Ronald/Selfanus Geh di nomor ganda putra serta Deariska Putri  Medita/Khaeriah Rormini dan Melvira Oklamano/Ririn Amelia di ganda putri.
Bahkan, pasangan Hardianto/Rahmat mampu mematahkan unggulan pertama, Rendra Wijaya/Rian Sukmawan dari PB Djarum lewat rubber game dengan skor akhir 22-20, 17-21, dan 21-18. Kemenangan ini sekaligus menggagalkan hattrick Rendra/Rian yang menjadi juara dua kali berturut-turut yaitu di Sirnas Bandung dan Sirnas Semarang.
Namun, jalan yang harus mereka lewati di perempatfinal nanti cukup terjal. Para penghuni Cipayung ini harus bersaing dengan para unggulan seperti Rangga Yova Rianto/Seiko Wahyu Kusdianto dan Kenas Adi Haryanto/Sigid Sudrajad serta Devi Tika P/Keshya Nurvita Hanadia dan Lita Nurlita/Viariella Aprilsasi.
Laga perempatfinal Djarum Sirnas Banten berlangsung Jumat, (19/10) mulai pukul 08.00-21.50 WIB di GOR Asa Sport Center Cilegon. Mampukah para punggawa Pelatnas ini mengatasi para unggulan dan melaju ke semifinal? Ikuti terus perkembangannya di www.djarumbadminton.com

Novalia Dijegal Non Unggulan


Novalia Dijegal Non Unggulan

18/10/2012

Langkah unggulan ketiga Tunggal Putri Novalia Agustianti harus terhenti di babak perdelapan final Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) Banten Open 2012, Kamis (18/10) sore.
Pemain asal Tangkas Specs ini dijegal pemain non unggulan, Mutiarani dari SGS PLN dengan skor akhir 22-20 dan 21-19. Kondisi tubuh yang tidak fit diakui Novalia sebagai faktor kekalahannya.
"Capek, kemarin habis ikut kejuaraan Astec. Kondisi tubuh nge-drop," ujarnya.
Ini bukanlah kali pertama Novalia berhadapan dengan Mutiarani. Total pertemuan mereka adalah sebanyak 6 kali dengan ratio kemenangan 3-3. Mutiarani sendiri mengaku kurang puas dengan jalannya pertandingan.
"Saya belum mengeluarkan permainan terbaik. Novalia juga biasanya tidak bermain seperti itu," tutur Mutiarani.
Ia pun akan berusaha untuk bermain lebih baik lagi dalam menghadapi unggulan kedelapan, Rosaria Yusfin Pungkasari dari PB Djarum di perempatfinal nanti, Jumat (19/20).
"Kuncinya percaya diri saja dulu dan istirahat yang cukup," katanya.
Sementara itu, Elisabeth Purwaningtyas, satu-satunya srikandi Pelatnas di nomor ini harus tersingkir usai pertempuran sengit melawan unggulan keenam, Mega Cahya dari Pusdiklat Jaya Raya dengan skor akhir 17-21, 21-15, dan 11-21.

Fauzi dan Christofel Tersingkir


Fauzi dan Christofel Tersingkir

18/10/2012


Kejutan lagi-lagi terjadi di nomor Tunggal Putra Dewasa. Setelah Hermansyah yang menjadi unggulan tersingkir di ronde dua, kini giliran Fauzi Adnan dari SGS PLN dan Christofel Brians dari Pelatprov PBSI yang mengalami nasib serupa dalam ronde perdelapan final Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) Banten Open 2012, Kamis (18/10).

Fauzi yang menjadi unggulan ketiga gagal melaju ke perempatfinal usai dikalahkan Thomi Azizan Mahbub asal PB Djarum. Thomi yang mengaku sempat tegang di awal permainan mampu menguasai jalannya pertandingan hingga akhirnya menang 21-19 dan 22-20.
"Sebenarnya tadi diserang terus, namun kondisi fisik saya lebih kuat. Saya berusaha untuk sabar dan tidak membuang-buang poin," tutur Thomi.
Sedangkan Christofle yang menjadi unggulan kesepuluh gagal ke perempatfinal usai dikalahkan pemain Tasha Centre Didi Purwanto yang sebelumnya menaklukkan Hermansyah. Christofle harus mengakui keunggulan Didi yang memetik kemenangan dengan skor 21-11, 15-21, dan 21-23.
Di perempat final, Thomi akan bertemu unggulan ketujuh Febryan IIrnanaldy dari HiQua Wima Surabaya dan Didi akan menantang unggulan perrtama Alamsyah Yunus dari Pertamina Indonesia.
Laga perempat final Tunggal Dewasa Putra Djarum Sirnas Banten akan dilangsungkan Jumat, (20/10) mulai oukul 14.50 WIB di GOR Asa Sport Center Cilegon.

Ditinggal Maria, Rendra Gaet Devi


Ditinggal Maria, Rendra Gaet Devi

18/10/2012


Ada yang baru di nomor Ganda Campuran Dewasa Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) Banten Open 2012. Rendra Wijaya yang biasa berpasangan dengan Maria Elvira kini menggaet pemain SGS PLN Devi Tika Permatasari sebagai partner barunya.

"Maria sekarang fokus ngelatih," ujarnya.
Cerita awal mula Rendra/Devi menjadi pasangan di karpet hijau dimulai dari turnamen Indonesia Open GP Gold 2012 di Palembang September lalu. Saat itu, Rendra yang tidak memiliki partner kemudian mengontak Devi.
"Saya hubungi Devi dan ternyata dia juga sedang tidak ada partner," ujarnya.
Berpasangan dengan Devi menjadi pengalaman tersendiri bagi pemain asal PB Djarum ini.
"Main ganda itu cocok-cocokan bola dan setiap pemain punya gayanya sendiri," katanya. Ketika ditanya mengenai target yang ingin dicapai di Sirnas Banten kali ini, keduanya kompak menjawab tak mau berharap terlalu muluk.
"Targetnya main maksimal," kata Rendra sambil tertawa kecil.
"Step by step aja dulu," sahut Devi.
Devi sendiri mengaku senang dapat berpasangan dengan Rendra di Ganda Campuran.
"Kita sering ketemu di lapangan, jadi memang sudah kenal dari dulu," ujarnya menutup pembicaraan.

Unggulan Pertama Tumbang


Unggulan pertama Ganda Dewasa Campuran, Tri Kusuma Wardhana/Variella Aprilsasi asal Jaya Raya Suryanaga terpental di Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) Banten Open 2012, Kamis (18/10).

Juara sirnas Kalimantan ini tunduk di tangan pasangan gado-gado dari Tangkas Specs dan PB Djarum, Samuel Paulus R/Anisa Wahyuni   usai berjibaku dalam rubber game, 20-22, 21-18, dan 17-21.
"Bola kok-nya kencang jadi susah dikontrol dan kami jadi sering melakukan kesalahan sendiri," papar Tri Kusuma. Meskipun harus menelan pil pahit kekalahan, namun ia tetap sportif.
"Gak apa-apa. Namanya pertandingan pasti ada yang menang dan kalah," ujarnya. Sementara itu, menurut Anisa, salah satu kunci kemenangannya dengan Samuel hari ini adalah bermain lepas tanpa beban.
"Bola kok-nya juga kencang, jadi gak perlu banyak dorong," kata Anisa.
Dalam laga perempat final yang digelar Jumat, (18/10), Samuel/Anisa akan bertemu dengan seniornya, Rendra Wijaya dari PB Djarum yang berpasangan dengan Devi Tika P dari SGS PLN.
"Besok coba untuk menikmati permainan lagi saja, apalagi ketemu teman sendiri dan koh Rendra tipe yang suka ngelucu saat bertanding. Jadi, pasti seru," ujarnya.

Thomi Siapkan Strategi Hadapi Fauzi

Thomi Siapkan Strategi Hadapi Fauzi

17/10/2012

Pemain PB Djarum Thomi Azizan Mahbub akan berhadapan dengan unggulan ketiga, Fauzi Adnan di babak 16 besar Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) Banten Open 2012.

Ini merupakan kali pertama bagi Thomi berhadapan dengan Fauzi. Ia pun mengaku sudah mempersiapkan strategi khusus untuk menghadapi pemain asal Jaya Raya Suryanaga tersebut.
"Katanya, Fauzi banyak main bola silang. Jadi, saya bakal coba mengimbangi permainannya dengan bermain cepat," papar Thomi.
Ia pun mematok target juara di Djarum Sirnas Banten ini dan ingin bisa bertemu dengan Alamsyah Yunus, langganan juara Sirnas dari Pertamina Indonesia.
"Pengen bisa bertemu Alamsyah, ingin tahu seberapa hebatnya dia," ujarnya.
Thomi lolos ke babak 16 besar usai mengalahkan pemain SGS PLN M. Hadiyat Mustaqien dua game langsung, 21-14 dan 21-8.
www.djarumbadminton.com/djarum-sirkuit-nasional/detail/read/thomi-siapkan-strategi-hadapi-fauzi/

Seto/Mega Tantang Trikus/Nadya

opdffasdffzadADzhj

Seto/Mega Tantang Trikus/Nadya

18/10/2012

Ganda campuran asal Jaya Raya Suryanaga, Seto Danu Kusuma/Mega Cahya akan menantang pasangan senior, Trikus Harjanto/Nadya Melati di ronde duar Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) Banten Open 2012.

Seto/Mega lolos ke perempat final usai mengalahkan ganda PB Djarum, Rizki Yanu Kresnayandi/Nurbeta Kwanrico dengan dua game langsung, 21-15 dan 23-21, Rabu (17/10) malam.
"Ini baru pertama kalinya saya main mix, alhamdulillah menang. Lawan Trikus/Nadya nanti, main sebagus mungkin saja, siapin yang terbaik," ujar Mega.
Sementara itu, pasangan gado-gado Fauzi Adnan/Natalia Poluakan (Jaya Raya Suryanaga/Tangkas Specs) juga berhasil lolos setelah menang 23-21 dan 21-18 atas pasangan M.Asykuru/Samantha Lintang dari Pelabuhan II.
"Tadi kami coba bermain safe, Fauzi juga kan pemain single, jadi kami saling cover kiri-kanan," ujar Natalia.
Di ronde dua, Fauzi/Natalia akan melawan unggulan kedelapan, M. Nur Rofi'i/Aris Budiharti asal Pusdiklat Jaya Raya.
"Main bebas saja, tidak ada persiapan khusus," pungkasnya.
Babak 16 besar Ganda Campuran Dewasa akan berlangsung Kamis, (18/10) pukul 12.30 WIB di GOR Asa Sport Center Cilegon, Banten. www.djarumbadminton.com