Para Penguasa Podium Juara

Para Penguasa Podium Juara

26/11/2012

Pertandingan kategori dewasa di Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) selalu menarik perhatian. Pasalnya, teknik permainan mereka dinilai jauh lebih matang sehingga mampu menyuguhkan pertandingan seru dan tidak biasa. Selain itu, kehadiran sejumlah pemain nasional di kategori ini juga menjadi daya tarik tersendiri. Penasaran siapa sajakah yang mendominasi perolehan juara di kategori ini selama Sirnas 2012?

Di nomor tunggal, nama Alamsyah Yunus dan Febby Angguni muncul sebagai pemegang gelar juara terbanyak. Tak tanggung-tanggung, keduanya berhasil lima kali naik ke podium utama dari total 10 seri Sirnas tahun ini.
Di nomor ganda campuran, pasangan pemain nasional Trikus Harjanto/Vita Marissa berhasil mengoleksi empat gelar juara. Begitu pun dengan pasangan ganda putra, Rendra Wijaya/Rian Sukmawan.
Sementara itu, di nomor ganda putri, pasangan Devi Tika Permatasari/Keshya Nurvita Hanadia seri dengan Nadya Melati/Marissa. Devi/Keshya dan Nadya/Vita masing-masing berhasil mengumpulkan total tiga gelar juara.
Apakah mereka mampu mempertahankan eksistensinya di perhelatan Sirnas tahun depan atau akan bermunculan nama-nama baru yang menggeser kekuasaan mereka? Tunggu kedatangan Djarum Sirkuit Nasional tahun depan di kota Anda!

PB Djarum Borong Gelar Juara

PB Djarum Borong Gelar Juara

26/11/2012

PB Djarum memperoleh raihan juara terbanyak di Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) Jawa Timur Open 2012. Di seri terakhir Sirnas ini PB Djarum borong enam gelar juara.

Di kategori pemula, satu gelar juara disumbangkan pasangan ganda putra, Andika Ramadiansyah/M. Febriansyah. Di final, pasangan ini menaklukkan Hadi F/Royanda asal Hi Qua Wima, 21-14 dan 23-21.
Dua gelar diperoleh dari kategori dewasa. Didit Juang Indrianto/Praveen Jordan di nomor ganda putra dan Rosaria Yusfin Pungkasari di nomor tunggal putri sama-sama berhasil menyabet gelar perdana mereka.
Didit/Praveen juara usai menekuk pasangan Pelatnas, Ade Yusuf S/Wahyu Nayaka Arya dengan 21-12, 19-21, dan 22-20. Sedangkan Rosaria juara setelah mengalahkan pemain tuan rumah, Sylvinna Kurniawan asal Surya Baja, 21-16 dan 21-15.
Tiga gelar juara lainnya datang dari kategori taruna. Pasangan baru ganda putra, Abu Bakar/Ricky Alverino Sidharta menang dua game langsung, 21-17 dan 21-19 atas Ellen Frederika/Fajar Alfian dari SGS PLN.
Di nomor ganda campuran, pasangan Ricky Alverino Sidharta/Uswatun Khasanah juga berhasil juara usai menundukkan pasangan Mutiara Bandung, Stefan IH/Novalita Anggraeni lewat skor 21-18 dan 21-19. Sisanya, disumbangkan M Bayu Pangisthu di nomor tunggal putra. Bayu juara usai menekuk unggulan kedua, Ari Januari dari Tangkas Specs, 21-18 dan 21-16 di partai puncak.
Sementara itu, PB Exist menyusul di tempat kedua dengan tiga gelar juara. Sedangkan Mutiara Bandung yang pada Sirnas Bali lalu membawa pulang gelar juara terbanyak, kali ini berada di tempat ketiga dengan perolehan dua gelar juara.

Jonatan Christie Berbeda dari 'Arya'

Jonatan Christie Berbeda dari 'Arya'

26/11/2012

Nama Jonatan Christie sudah akrab di telinga pecinta bulutangkis Indonesia. Selain karena perannya sebagai Arya di film King, anak pasangan Andreas Adi S dan Marlanti Djaja ini juga telah banyak menorehkan prestasi di karpet hijau meskipun usianya tergolong masih belia.

Jonatan yang lahir di Jakarta, 15 September 1997 ini terjun ke dunia bulutangkis sejak masih duduk di bangku Sekolah Dasar.
"Di sekolah ada ekskul bulutangkis lalu saya ikutan. Saya percaya kalau saya bisa bermain lebih bagus dan saya tertarik menekuninya," ujarnya.
Kepercayaan Jonatan berbuah hasil, tak sedikit prestasi yang telah berhasil ia kantongi. Diantaranya, Juara I Kejurda DKI Jakarta 2008, juara 1 Kejuaraan Astec 2008,  dan terakhir, runner up Djarum Sirkuit Nasional Bali Open, November silam.
Ia pun pernah mempersembahkan dua emas dan satu perak untuk Indonesia di olimpiade pelajar sekolah dasar se-Asia tenggara di Jakarta tahun 2008. Berkat prestasinya itu, ia dianugerahi penghargaan Satya Lencana dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di awal tahun 2009.
Jika di film King ia memerankan sosok anak manja yang egois dan arogan, sifat aslinya jauh berbeda. Jonatan yang bernaung di bawah klub Tangkas Specs mencoba untuk disiplin dalam berlatih bulutangkis.
"Saya selalu berusaha tepat waktu untuk berlatih karena saya ingin serius di bidang ini," ucap atlet yang ingin bisa masuk Pelatnas dalam waktu dekat ini.
Ia pun tak segan-segan meladeni permintaan penggemarnya untuk foto bersama atau sekedar membubuhkan tanda tangan usai bertanding.
"Orang tua saya selalu berpesan untuk tidak sombong kalau sudah di atas," tukasnya sambil tersenyum.

Ricky Alverino Ingin Seperti Lee Yong Dae

Ricky Alverino Ingin Seperti Lee Yong Dae

25/11/2012

Pemain taruna PB Djarum, Ricky Alverino Sidharta berhasil menyabet dua gelar juara sekaligus di Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) Jawa Timur Open 2012. Dua gelar tersebut ia raih di nomor ganda putra berpasangan dengan Abu Bakar dan di ganda campuran berpasangan dengan Uswatun Khasanah.

"Rasanya bangga bisa meraih dua gelar juara sekaligus. Apalagi kedua orangtua saya menonton langsung," ujarnya sambil tersenyum.
Kendati bermain di dua nomor, namun Ricky tidak pernah merasa lelah dan mengeluh.
"Saya menikmatinya. Justru semakin bersemangat untuk bisa memberikan yang terbaik," sahutnya mantap.
Ricky memang menyukai bulutangkis sejak kecil. Bahkan, ia pernah memperkuat klub bulutangkis di Singapore sebelum bergabung dengan PB Djarum. Menurutnya, kesuksesannya saat ini tidak terlepas dari peran kedua orang tua tercinta.
"Saya merasa sangat berterima kasih kepada Mami, Papi, dan keluarga saya yang selalu mendukung karir bulutangkis saya hingga bisa menjadi seperti sekarang," ujarnya.
Ricky yang dikenal humoris dan ramah ini pun mengaku ingin bisa seperti idolanya, pebulutangkis asal negeri ginseng Korea Selatan, Lee Yong Dae.
"Motivasinya tinggi dan selalu semangat. Permainannya juga bagus, cepat dan sulit ditembus," ungkapnya.
Untuk itu, ia bertekad terus mengasah permainannya menjadi lebih baik lagi.
"Harus berlatih lebih giat lagi dan selalu intropeksi diri. Jangan pernah merasa puas atas hasil yang telah dicapai," pungkasnya.

Sampai Jumpa di Sirnas Tahun Depan

Sampai Jumpa di Sirnas Tahun Depan

25/11/2012

Rangkaian Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) 2012 berakhir sudah. Turnamen bulutangkis nasional ini dimulai di Banjarmasin Februari silam, berlanjut ke Palembang, Jambi, Makassar, Jakarta, Bandung, Semarang, Banten, Bali, dan berakhir di Surabaya, Sabtu (24/11).

Pelaksanaan Sirnas di kota terakhir ini berlangsung semarak. Lebih dari seribu peserta ikut berpartisipasi. Kehadiran sejumlah pemain Pelatnas dan pemain nasional membuat persaingan kian ketat.
Banyak kejutan terjadi di seri penutup ini. Juara baru bermunculan. Sebut saja Febrian Irvanaldi di nomor tunggal putra, Rosaria Yusfin Pungkasari di nomor tunggal putri, dan Didit Juang Indrianto/Praveen Jordan di nomor ganda putra yang sukses menyabet gelar perdana mereka di kota pahlawan ini.
Menurut Ketua Bidang Turnamen dan Perwasitan PB PBSI Mimi Irawan, ini menunjukkan jalannya pertandingan memperebutkan gelar juara berlangsung kompetitif.
"Juara tidak bisa abadi. Sulit untuk menjadi juara tiga sampai empat kali berturut-turut," ujarnya.
Ia pun mengaku puas atas pelaksanaan Sirnas di tahun 2012 ini.
"Pelaksanaannya sukses dan berjalan dengan baik. Terima kasih kepada semua pihak yang telah berkerja keras demi terselenggaranya acara ini, pungkasnya.
Acara penutupan Sirnas dimeriahkan dengan tebaran confetti dan penurunan banner bertuliskan "See you at Djarum Sirkuit Nasional 2013". Rasanya tidak sabar menanti perhelatan Sirnas tahun depan. Tunggu kedatangannya di kota Anda.

Febrian Juara di Kandang

Febrian Juara di Kandang

25/11/2012

Tunggal putra tuan rumah, Febrian Irvanaldi menorehkan prestasi gemilang dengan menjuarai Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) Jawa Timur Open 2012, Sabtu, (24/11).

Di partai final, Febrian yang diunggulkan di tempat kedelapan mengalahkan punggawa Pelatnas, Evert Sukamta yang merupakan unggulan keenam. Febrian menang dalam dua game 21-14 dan 21-13. Febrian  mengalahkan Evert dalam waktu menit.

"Kita pernah sama-sama di Pelatnas. Jadi saya sudah tahu bola-bola dia," ungkap Febrian.

Kemenangan ini sekaligus menjadi gelar perdana bagi Febrian selama rangkaian Sirnas 2012. Pemain asal Hi Qua Wima ini pun mengaku senang atas pencapaian yang berhasil iaraih.

"Cukup bangga bisa meraih juara di kandang sendiri. Gelar ini saya persembahkan untuk keluarga, pelatih, dan teman-teman saya," paparnya.

Sebelum mengalahkan Evert di final, Febrian juga berhasil mengandaskan punggawa Pelatnas lainnya. Ia menaklukkan Andre Marteen Tene di ronde dua dan Panji Akbar Sudrajat di semifinal.

Pelatnas Gagal Raih Gelar

Pelatnas Gagal Raih Gelar

25/11/2012

Wakil Pelatnas yang turun di Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) Jawa Timur Open 2012 belum bisa membawa pulang gelar juara. Tiga wakilnya yang lolos ke partai final harus puas bertengger di posisi runner up.

Di nomor tunggal dewasa putra, Evert Sukamta dikandaskan atlet tuan rumah Febrian Irvanaldi dari Hi Qua Wima. Evert kalah 14-21 dan 13-21.
Di nomor ganda putri, pasangan Anggita S Awanda/Shela Devi Aulia kalah usai memberikan perlawanan sengit, 19-21, 21-19, dan 10-21 melawan juara Sirnas Jambi, Lita Nurlita/Variella Aprilsasi.
Begitu pun dengan Ade Yusuf/Wahyu Nayaka Arya P di nomor ganda putra. Pasangan yang berhasil menumbangkan unggulan pertama, Rendra Wijaya/Rian Sukmawan di perempat final ini kandas di tangan Didit Juang Indrianto/Praveen Jordan lewat pertarungan tiga game, 12-21, 21-19, dan 20-22.
"Tadi bola kami banyak yang mati sendiri. Tapi, permainan lawan memang bagus. Smash-smash mereka tidak terduga," ujar Ade saat ditemui usai pertandingan.

Main Berani, Rosaria Sabet Juara


Main Berani, Rosaria Sabet Juara

24/11/2012

Rosaria Yusfin Pungkasari, menyabet gelar juara Tunggal Dewasa Putri Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) Jawa Timur Open 2012. Ini sekaligus kali pertama bagi Rosaria menjuarai turnamen tahunan tersebut.
Pada babak final di GOR Sudirman, Surbaya, Sabtu (24/11), Rosaria mengalahkan atlet tunggal putri tuan rumah, Sylvinna Kurniawan dari Surya Baja. Pemain PB Djarum itu tidak membutuhkan waktu lama untuk memastikan diri melaju ke podium juara.
Ia menang dua game langsung, 21-16 dan 21-15 dalam tempo 38 menit. Keberanian menjadi kunci Rosaria memenangkan pertandingan.
"Berani buka lebar dan menyerang bola bawah lawan," ujarnya.
Ia pun mengaku puas dengan hasil yang telah dicapainya di Surabaya ini.
Senang bisa juara. Apalagi di tahun ini saya belum ada prestasi," sahutnya.
Sementara itu, Sylvinna mengaku kecewa karena gagal mempersembahkan gelar di kandang sendiri.
"Sayang sekali, padahal tinggal satu langkah lagi. Bola dia lebih tajam dan tidak mudah mati," kata Sylvinna saat ditemui usai pertandingan.

Bayu Melesat ke Podium Juara


Bayu Melesat ke Podium Juara

24/11/2012

M. Bayu Pangisthu asal PB Djarum menjadi jagoan baru di Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) Jawa Timur Open 2012. Pemain yang tidak diunggulkan ini berhasil melibas para unggulan dan melesat ke podium juara.
Bayu memastikan diri meraih gelar juara Tunggal Taruna Putra untuk pertama kalinya usai menundukkan unggulan kedua, Ari Januari dari Tangkas Specs, Sabtu (24/11). Kontrol bola dan penguasaan lapangan yang baik dari Bayu membuat Ari kesulitan mengembangkan permainannya. Bayu keluar sebagai juara dengan skor akhir, 21-18 dan 21-16.
"Tadi sebenarnya bola saya banyak yang mati sendiri karena terlalu terburu-buru. Tapi kemudian saya mencoba untuk lebih sabar dan konsisten menjaga pola permainan," paparnya.
Sebelumnya, Bayu berhasil menumbangkan unggulan pertama Rifan Fauzin Ivanudin di perempat final dan menaklukkan unggulan ketiga, Setyaldi Putra Wibowo di semifinal.

Trikus/Vita Tak Terkalahkan


Trikus/Vita Tak Terkalahkan

24/11/2012

Pasangan pemain senior Trikus Harjanto/Vita Marissa berhasil menambah daftar panjang koleksi juaranya. Di Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) Jawa Timur Open 2012, Trikus/Vita kembali naik ke podium juara.
Pasangan gado-gado dari Pertamina Indonesia dan Tangkas Specs ini memenangkan pertandingan final melawan Rendra Wijaya/Devi Tika Permatasari dua game langsung, 23-21 dan 21-13. Sempat memberikan perlawanan sengit di game pertama, Rendra/Devi tak kuasa meladeni permainan lawan dan harus mengakui keunggulan Trikus/Vita.
"Kolaborasinya mereka bagus. Mainnya rapat dan sulit ditembus. Tadi kita sudah berusaha sebisa mungkin, tapi mereka memang lebih kaya pengalaman," aku Devi.
Bagi Trikus/Vita, ini merupakan gelar keempat mereka di ajang Sirnas. Sebelumnya, mereka berhasil menjadi juara di Makassar, Semarang, dan Bali.

Abu Bakar/Ricky Alverino Bikin Kejutan


Abu Bakar/Ricky Alverino Bikin Kejutan

24/11/2012

Pasangan baru Ganda Taruna Putra, Abu Bakar/Ricky Alverino keluar sebagai juara Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) Jawa Timur Open 2012, Sabtu (24/11).
Abu/Ricky menyabet gelar juara usai melibas pasangan SGS PLN, Ellen Frederika/Fajar Alfian. Ellen/Fajar takluk dua game langsung, 21-17 dan 21-19.
Di game pertama, Abu/Ricky sempat tertinggal 1-4. Namun, kejelian melihat bidang kosong ditambah dengan penempatan kok yang baik membuat keduanya berhasil unggul 21-17.
Di game kedua, Ellen/Fajar kerap melakukan kesalahan sendiri yang dimanfaatkan Abu/Ricky untuk menambah poin. Pasangan PB Djarum ini pun menutup game kedua dengan kemenangan 21-19.
Abu Bakar/Ricky baru saja dipasangkan di tiga seri Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) terakhir. Namun, mereka sukses mencetak prestasi gemilang.
Pada debut pertama mereka di Sirnas Banten, pasangan ini mampu bertahan hingga perempat final. Terakhir, di Sirnas Bali dua pekan silam, mereka berhasil menembus semifinal dan kini naik ke podium juara.

Ganda Pelatnas Tembus Final


Ganda Pelatnas Tembus Final

24/11/2012

Pasangan ganda Pelatnas di nomor putra dan putri berhasil menembus final. Mereka adalah Ade Yusuf S/Wahyu Nayaka dan Anggia Shinta A/Shela Devi Aulia.
Ade/Wahyu yang menjadi unggulan ketujuh lolos melaju ke final usai menang 21-13 dan 21-17 dari pasangan Rangga Yave Rianto/Sigid Sudrajad. Sedangkan Anggia/Shela yang diunggulkan di posisi ketiga, lolos usai menekuk lutut pasangan Nadya Melati/Natalia Poluakan, 21-19 dan 21-11.
Di final, Ade/Wahyu akan dihadang unggulan ketiga, Didit Juang Indrianto/Praveen Jordan asal PB Djarum. Didit/Praveen ke final setelah mengalahkan rekan se-klubnya, Kenas Adi Haryanto/Seiko Wahyu Kusdianto, 21-18 dan 21-11.
Sementara itu, Anggia/Shela akan bertemu Lita Nurlita/Variella Aprilsasi. Lita/Variella meraih tiket final usai menundukkan pasangan Pelatnas, Melvira Oklamona/Ririn Amelia lewat rubber game, 21-16, 13-21, dan 21-15.
Partai final Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) Jawa Timur Open 2012 digelar Sabtu, (24/11) di GOR Sudirman Surabaya mulai pukul 13.00 dan disiarkan langsung oleh TVRI

Panji Kandas, Evert Melaju


Panji Kandas, Evert Melaju

24/11/2012

Peluang Pelatnas untuk menciptakan all Pelatnas final di nomor Tunggal Dewasa Putra Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) Jawa Timur Open 2012 pupus setelah salah satu wakilnya kandas di semifinal.
Pelatnas menempatkan dua wakilnya di semifinal, yaitu Panji Akbar Sudrajat dan Evert Sukamta. Namun, Panji gagal lolos ke final usai ditaklukkan unggulan kedelapan, Febrian Irvanaldi, 10-21 dan 17-21.
Tertinggal 10-21 di game pertama, Panji bermain lebih agresif di game kedua. Namun ia tak kuasa membendung serangan balasan dari Febrian dan kalah 17-21.
Sementara itu, wakil Pelatnas lainnya, Evert Sukamta yang menempati unggulan keenam berhasil melaju ke final. Evert meraih tiket final usai menekuk Bandar Sigit Pamungkas dengan skor 21-12 dan 21-19.
Partai final Djarum Sirnas Jawa Timur akan berlangsung Sabtu, (24/11) di GOR Sudirman Surabaya dan disiarkan langsung oleh TVRI.

Rendra/Devi dan Trikus/Vita Reuni di Final


Rendra/Devi dan Trikus/Vita Reuni di Final

24/11/2012

Pasangan ganda campuran Rendra Wijaya/Devi Tika Permatasari akan berduel dengan Trikus Harjanto/Vita Marissa di final Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) Jawa Timur Open 2012.

Rendra/Devi memastikan tiket final usai menang 21-16 dan 21-9 dari Riyo Arief/Aan Dwi Cahyanti. Sementara itu, Trikus/Vita lolos setelah menang mudah, 21-11 dan 8-21 atas Ridho Akbar/Ery Octaviani.
Ini bukan kali pertama bagi Rendra/Devi berhadapan dengan Trikus/Vita. Keduanya pernah bertemu di semifinal Sirnas Bali. Saat itu, Trikus/Vita berhasil memenangkan pertandingan.
Bagi Devi, melawan Trikus/Vita menjadi kesulitan tersendiri, mengingat keduanya merupakan pemain senior yang sudah berpengalaman.
"Permainannya susah ditebak. Mereka juga pintar membaca arah bola. Apalagi Mas Trikus, tangannya dahsyat," ujarnya.
Devi pun tidak mau berharap terlalu muluk di final nanti.
"Nothing to lose saja dan mencoba bermain tanpa beban melawan senior," pungkasnya.
Final Djarum Sirnas Jawa Timur Open 2012 akan digelar Sabtu, (24/11) di GOR Sudirman Surabaya mulai pukul 13.00 WIB dan disiarkan langsung oleh TVRI.

Bayu Kembali Bungkam Unggulan Pertama


Bayu Kembali Bungkam Unggulan Pertama

24/11/2012

Pemain non unggulan, M. Bayu Pangisthu kembali membungkam unggulan pertama, Rifan Fauzin Ivanudin dua game langsung, 22-20 dan 21-15. Berkat kemenangan ini, Bayu lolos ke semifinal Tunggal Taruna Putra Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) Jawa Timur Open 2012.
Ini merupakan pertemuan ketiga Bayu dengan Rifan. Pertemuan pertama mereka terjadi di Sirnas Jambi. Saat itu, Bayu langsung dijegal di ronde pertama. Di Bali, Bayu membayar kontan kekalahannya dengan menaklukkan Rifan di ronde pertama.
Di semifinal, pemain PB Djarum ini akan bersua dengan Setyaldi Putra Wibowo dari Guna Dharma yang lolos setelah lawannya, Rudi Cahyadi Budhiawan retired karena sakit. Bayu sendiri mengaku tidak memiliki persiapan khusus untuk melawan unggulan ketiga ini.
"Kuncinya berdoa dan yakin sama diri sendiri  dalam menghadapi unggulan," ucapnya mantap.
Partai semifinal Tunggal Taruna Putra lainnya menampilkan laga antara Ryan Fajar Satrio asal PB Djarum melawan Ari Januari dari Tangkas Specs.

Rosaria Tantang Sylvinna di Final


Rosaria Tantang Sylvinna di Final

23/11/2012

Pemain PB Djarum, Rosaria Yusfin Pungkasari akan menantang pemain asal tuan rumah, Sylvinna Kurniawan dari Surya Baja di final Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) Jawa Timur Open 2012.
Sylvinna menembus final lebih dulu usai menundukkan Putri Muthia RP asal Tangkas Specs, 21-13 dan 22-20. Rosaria menyusul kemudian setelah menekuk unggulan ketiga, Novalia Agustianti dengan skor 21-6 dan 21-15 dalam waktu 35 menit.
Bagi keduanya, final kali ini merupakan pencapaian terbesar selama Sirnas 2012. Keduanya akan bersaing memperebutkan gelar juara.
"Main di kandang sendiri tentunya ingin bisa menang. Besok main mati-matian saja," ujar Sylvinna.
Setali tiga uang dengan Sylvinna, Rosaria pun mengungkapkan hal serupa.
"Orang tua akan datang langsung untuk menonton. Itu menjadi motivasi terbesar saya agar bisa memberikan yang terbaik," sahut Rosaria.
Partai final Djarum Sirnas Jawa Timur Open 2012 akan digelar Sabtu, (24/11) di GOR Sudirman Surabaya mulai pukul 13.00 WIB dan disiarkan langsung oleh TVRI.

Ganda Putra Djarum Dominasi Perempat Final


Ganda Putra Djarum Dominasi Perempat Final

23/11/2012

Para pemain dari PB Djarum mendominasi perempat final nomor Ganda Dewasa Putra Djarum Sirkuit Nasional (sirnas) Jawa Timur Open 2012 yang akan berlangsung Jumat, (23/11).
Dari delapan tempat perempat final, empat diantaranya diduduki pemain PB Djarum. Mereka adalah Rendra Wijaya/Rian Sukmawan, Rangga Yave Rianto/Sigid Sudrajad, Didit Juang Indrianto/Pravee Jordan, dan Kenas Adi Haryanto/Seiko Wahyu Kusdianto.
Unggulan pertama Rendra /Rian maju ke perempat final setelah menang walkover atas pasangan Jaya Raya Suryanaga, Hendra Setyo N/Tri Kusuma Wardhana. Rendra/Rian akan bertemu pasangan Pelatnas, Ade Yusuf S/Wahyu Nayaka.
Rangga/Sigid lolos usai menang mudah, 21-15 dan 21-18 atas pasangan HB Putra, Andre/Fahmi. Rangga/Sigid akan bertemu juara Sirnas Makassar, Chrisna Adi Wijaya/Ridho Akbar.
Di pool bawah Didit/Praveen menang 21-15 dan 21-14 dari pasangan tuan rumah, Muhammad Suhaili/Wisnu Hernindya asal Surya Baja. Pemegang posisi unggulan ketiga ini akan dihadang punggawa Pelatnas sekaligus juara Sirnas Banten, Hardianto/Rahmat Adianto.
Terakhir, Kenas/Seiko lolos setelah menekuk pasangan asal Pelabuhan II, M. Asykuru/Sahibul Wafa dua game langsung, 21-17 dan 21-18. Kenas/Seiko akan ditantang pasangan SGS PLN, Imam Sodikin/Ujang Suherlan.

Tunggal Putri Pelatnas Dibantai Habis


Tunggal Putri Pelatnas Dibantai Habis

22/11/2012

Para srikandi Pelatnas yang turun di nomor Tunggal Dewasa Putri tak bersisa. Ketiganya tumbang bersamaan di perdelapan final Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) Jawa Timur Open 2012, Kamis (22/11) siang.
Elisabeth Purwaningtyas gugur lebih dulu. Ia takluk 15-21 dan 12-21 di tangan unggulan keenam, Sylvinna Kurniawan asal Surya Baja.
Selang beberapa menit kemudian, Millicent Wiranto menyusul kekalahan rekannya tersebut. Millicent harus mengakui keunggulan Mega Cahya dari Pusdiklat Jaya Ray dengan skor 16-21 dan 15-21.Renna Suwarno yang menjadi satu-satunya wakil Pelatnas yang tersisa dan menempati unggulan ketujuh pun tak dapat menyelamatkan diri. Langkahnya dijegal pemain non-unggulan asal PB Djarum, Rosaria Yusfin pungkasari lewat dua game langsung, 19-21 dan 18-21.

Dua Tunggal Tumbang, Ganda Selamat

Dua Tunggal Tumbang, Ganda Selamat

21/11/2012

Dua Tunggal Dewasa Putra Pelatnas tumbang di ronde dua Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) Jawa Timur Open 2012, Rabu (21/11).

Andre Marteen Tene tumbang lebih dulu di tangan unggulan kedelapan, Febrian Irvanaldi dua game langsung, 15-21 dan 20-22. Kekalahan ini menular ke rekannya, Siswanto. Ia tak kuasa menghadapi perlawanan Fauzi Adnan dan kalah rubber game dengan 14-21, 21-17, dan 12-21.
Dengan demikian, Pelatnas tinggal menyisakan tiga orang wakilnya di Tunggal Dewasa Putra. Mereka adalah Arief Gifar Ramadhan, Evert Sukamta, dan Panji Akbar yang berhasil lolos ke babak 16 besar.
Kegagalan dua tunggal ini untungnya tidak merembet ke nomor Ganda Dewasa Putra. Ketiga wakil Pelatnas yang diturunkan di nomor ini masih bertahan lengkap.
Pasangan Ade Yusuf S/Wahyu Nayaka AP menang atas Riyo Arief/Rizky Hidayat asal Hi Qua Wima dengan 21-19 dan 21-17. Ronald/Selfanus Geh juga berhasil memenangi pertandingan dua game langsung, 21-14 dan 21-19 dari pasangan Dagus/Pian. Sementara itu, Hardianto/Rahmat Adianto yang menjadi juara di Banten, melaju usai menang walkover.

Adi Pratama Dipaksa Rubber

Adi Pratama Dipaksa Rubber

21/11/2012

Unggulan kelima Tunggal Dewasa Putra, Adi Pratama harus memeras keringat sebelum melaju ke babak 16 besar Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) Jawa Timur Open 2012.

Pemain Pusdiklat Jaya Raya ini dipaksa bermain rubber game oleh pemain SGS PLN, M. Hadiyat Mustaqien. Ia akhirnya lolos dengan skor akhir 17-21, 21-17, dan 22-20.
Adi butuh waktu sebelum mengenal permainan lawannya. Juara Sirnas Kalimantan ini kehilangan game pertama 17-21 sebelum merebut game kedua 21-17.
Di game ketiga, pertarungan kian sengit. Terjadi kejar-mengejar poin di angka 16-17 hingga terjadi deuce sebelum akhirnya Adi menutup pertandingan dengan kemenangan, 22-20.
Adi mengungkapkan, kondisi tubuhnya sedang tidak fit. Hal ini mempengaruhi permainannya sehingga ia kecolongan di game pertama.
"Pinggang saya sakit sejak kejuaraan di Malaysia kemarin," ucapnya.
Ia pun mengaku tidak memiliki persiapan khusus menghadapi pemain Pelatnas, Arief Gifar Ramadhan di babak 16 besar yang akan digelar Kamis, (22/11).
"Nothing to lose saja biar mainnya lebih lepas dan bisa maksimal," pungkasnya.

Fauzi Terbebani Jadi Favorit Juara

Fauzi Terbebani Jadi Favorit Juara

21/11/2012

Fauzi Adnan menjadi sorotan di Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) Jawa Timur Open 2012.

Mundurnya dua unggulan teratas, Alamsyah Yunus dan Senatria Agus SP dari turnamen ini menjadikan Fauzi Adnan yang menempati unggulan ketiga sebagai favorit juara. Ditambah lagi, ia juga merupakan atlet tuan rumah dan pemegang gelar juara tahun lalu. Bagi Fauzi, sorotan ini membuatnya merasa sedikit terbebani.
"Mainnya jadi tegang, tapi saya coba rileks saja dan menyelesaikan pertandingan satu per satu," ungkapnya.
Dalam putaran ronde dua Tunggal Dewasa Putra yang digelar Rabu (21/11), Fauzi berhasil lolos ke perdelapan final usai membekuk punggawa Pelatnas, Siswanto, lewat pertarungan sengit rubber game, 21-14, 17-21, dan 21-12.
"Di game kedua saya terburu-buru dan malah jadi bumerang. Pada game selanjutnya, saya coba memperlambat tempo dan bermain rally hingga akhirnya menang," paparnya.
Pemain Jaya Raya Suryanaga ini akan bertemu Ronal Fajrin dalam16 besar yang akan digelar Kamis, (22/11) pukul 19.05 WIB.

Perempat Final Dikuasai Unggulan

Perempat Final Dikuasai Unggulan

21/11/2012

Babak perempat final nomor Ganda Dewasa Campuran Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) Jawa Timur Open 2012 dikuasai para unggulan teratas.

Dalam putaran ronde dua yang digelar Rabu, (21/11) di GOR Sudirman, para unggulan belum menemui rintangan berarti dan berhasil lolos dengan mudah ke babak delapan besar.
Di pool atas, unggulan pertama Tri Kusuma W/Variella Aprilsasi yang lolos usai menmbekuk pasangan Dwi Setiawan/Nadya Melati, 21-16 dan 21-16 akan ditantang unggulan ketujuh, Ridho Akbar/Ery Octaviani.
Trikus Harjanto/Vita Marissa yang menjadi unggulan keempat akan berhadapan dengan unggulan keenam, Chrisna Adi Wijaya/Ayu Rahmasari. Trikus/Vita melaju usai menaklukkan Andro Septian P/Yayu Rahayu N lewat skor kembar, 21-16 dan 21-16.
Di pool bawah, pasangan baru Didit Juang Indrianto/Keshya Nurvita H menang dua game langsung 21-16 dan 21-7 dari pasangan Apriantono Adi/Dora Yunaida akan bertemu pasangan asal tuan rumah, Riyo Arief/Aan Dwi Cahyanti yang menjadi unggulan ketiga.
Sementara itu, unggulan kedua sekaligus pemegang gelar juara Sirnas empat kali, Ardiansyah Putra/Lita Nurlita tidak dapat mengikuti kesuksesan rekan-rekannya sesama unggulan. Pasalnya, Ardiansyah mengalami cedera sehingga harus menarik keikutsertaannya di sirnas seri terakhir tahun ini.
Ardiansyah/Lita memberikan kemenangan pada pasangan Pelabuhan II, M. Asykuru/Samantha Lintang yang akan menantang unggulan kedelapan, Rendra Wijaya/Devi Tika Permatasari. Rendra/Devi lolos ke perempat final usai menang mudah, 21-9 dan 21-6 atas pasangan Yuzak OC/Maya Rosita.
Laga perempat final Ganda Dewasa Campuran akan digelar Kamis, (22/11) mulai pukul 14.25 WIB.

Waspadai Sepak Terjang Bayu

Waspadai Sepak Terjang Bayu

21/11/2012

Meskipun baru naik tingkat dari remaja ke taruna, namun sepak terjang M. Bayu Pangisthu di nomor ini patut diwaspadai.

Di Banten, Bayu yang berasal dari non unggulan mampu bersaing melawan para unggulan dan langsung menembus podium utama sebagai runner up. Terakhir, di Sirnas Bali ia membuat kejutan dengan menumbangkan unggulan pertama, Rifan Fauzin Ivanudin di ronde pertama dan melesat ke semifinal.
Tak tanggung-tanggung, di Sirnas Surabaya kali ini ia pun mematok target juara.
"Saya ingin juara dan bertemu unggulan di final untuk meningkatkan standar permainan saya," ujarnya.
Pemain asal PB Djarum ini melaju ke ronde dua Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) Jawa Timur Open 2012 usai menundukkan unggulan ketiga belas, Topas Wismoyo dua game langsung, 21-13 dan 21-14, Rabu (21/11) siang.
"Tadi saya bermain santai saja, tanpa memikirkan menang kalah," ungkapnya saat ditanya mengenai kunci kemenangannya.

Melvira/Ririn Kembali Bersua Devi/Tika

Melvira/Ririn Kembali Bersua Devi/Tika

20/11/2012

Pasangan Ganda Putri Pelatnas, Melvira Oklamona/Ririn Amelia akan kembali bersua dengan pasangan asal SGS PLN, Devi Tika Permatasari/Keshya Nurvita Hanadia di perempat final Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) Jawa Timur Open 2012.

Melvira/Ririn melaju ke perempat final usai membungkam unggulan kelima, Andreani R/Maya Rosita asal Citra Raya Unesa, 21-18 dan 21-8 dalam waktu 35 menit. Sedangkan, Devi/Keshya yang didaulat menjadi unggulan pertama lolos usai menaklukkan pasangan Tike Arieda Ningrum/Sylvinna Kurniawan, 21-18 dan 21-19.
Di Sirnas Banten, Oktober silam, kedua pasangan ini bertemu di partai final. Saat itu, Devi/Keshya keluar sebagai juara setelah melalui pertarungan sengit rubber game yang diwarnai cedera kaki dari masing-masing kubu.
Sementara itu, pasangan ganda putri Pelatnas lainnya, Deariska Putri M/Khaeriah Rosmini juga berhasil lolos ke perempat final usai mengalahkan pasangan PB Djarum, Anisa Wahyuni/Yayu Rahayu dengan skor akhir 21-10 dan 21-16. Di perempat final, mereka akan bertemu unggulan keempat, pasangan Lita Nurlita/Variella Aprilsasi dari SGS PLN dan Jaya Raya Suryanaga.
Perempat final Ganda Dewasa Putri akan digelar Kamis, (22/11) di GOR Sudirman Surabaya mulai pukul 21.25 WIB.
Laga perempat final lainnya :
- Mona Santoso/Vita Marissa (JR Enkei/Tangkas Specs) vs Anggia Shinta A/Shela Devi Aulia (Pelatnas)
- Nadya Melati/Natalia Poluakan (Pertamina Indonesia/Tangkas Specs) vs Aris Budiharti/Dian Fitriani (Pusdiklat Jaya Raya)

Tunggal Putri Pelatnas Melaju Mulus

Tunggal Putri Pelatnas Melaju Mulus

20/11/2012

Dua srikandi Pelatnas, Millicent Wiranto dan Elisabeth Purwaningtyas melaju mulus ke ronde dua Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) Jawa Timur Open 2012, Selasa (20/11) malam.

Millicent lolos lebih dulu usai menang mudah 21-9 dan 21-10 atas pemain Pelabuhan II, Samantha Lintang. Elisabeth menyusul kemudian usai menaklukkan Jesica Muljati dari Ananda Tangerang lewat skor 21-13 dan 21-18.
Kemenangan ini membawa Milicent dan Elisabeth bergabung dengan rekan sesama Cipayung lainnya di ronde dua, Renna Suwarno yang menjadi unggulan ketujuh dan mendapatkan hadiah bye di ronde pertama. Menurut Milicent, persaingan di nomor Tunggal Dewasa Putri tergolong berat.
"Ramai pemain dan mereka bagus-bagus. Pengennya sih bisa juara," ungkapnya.
Sedangkan bagi Elisabeth, keikutsertaannya di Sirnas Jatim ini sekaligus sebagai latihan menuju Kejurnas.
"Awalnya ditanya pelatih, mau main atau tidak. Saya ikutan saja, sekalian latihan" pungkasnya.
Millicent akan menantang unggulan kelima, Mega Cahya PL dari Pusdiklat Jaya Raya dan Elisabeth akan berhadapan dengan pemain Surya Baja, Sylvinna Kurniawan di ronde dua Tunggal Dewasa Putri yang akan digelar Kamis, (22/11) pukul 11.30 WIB.

Alamsyah Yunus Mengundurkan Diri

Alamsyah Yunus Mengundurkan Diri

20/11/2012

Kandidat kuat juara, Alamsyah Yunus yang juga menjadi unggulan pertama Tunggal Dewasa Putra mengundurkan diri dari turnamen Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) Jawa Timur Open 2012.

Langganan juara Sirnas ini memutuskan undur diri untuk menjaga kondisi fisiknya sebelum mengikuti turnamen Macau Open Badminton, 27 November-2 Desember mendatang.
"Dia tidak mau mengambil resiko jika terjadi cidera," ujar Sekretaris Panitia Sirnas Jatim Eddyanto Sabarudin.
Selain Alamsyah, Senatria Agus SP yang menempati unggulan kedua juga membatalkan keikutsertaannya karena mengalami cedera lutut yang dialaminya sejak Sirnas Bali, dua pekan lalu. Bahkan, saat itu ia merelakan podium juara jatuh ke tangan Alamsyah tanpa bertanding lebih dulu.
Absennya dua unggulan teratas ini tak lantas menjadikan persaingan di Tunggal Dewasa Putra mengendur. Masih ada Fauzi Adnan dan Adi Pratama yang pernah meraih juara Sirnas serta sejumlah pemain Pelatnas seperti Arief Gifar Ramadhan, Evert Sukamta, Andre Marteen Tene, dan Siswanto yang siap berkompetisi menjadi yang terbaik di seri Sirnas terakhir tahun ini.

Yeni Asmarani Batal Tampil

Yeni Asmarani Batal Tampil

19/11/2012

Salah satu srikandi Pelatnas, Yeni Asmarani batal tampil di kejuaraan Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) Jawa Timur Open 2012.

Yeni terpaksa harus mengundurkan diri karena mengalami cedera usai mengikuti kejuaraan di Malaysia. Sedangkan, para pemain Pelatnas lainnya dipastikan tampil di Surabaya.
"Yang mundur hanya Yeni saja, pemain pelatnas lainnya tetap ikut dan tiba di Surabaya Senin, ujar Sekretaris Panitia Sirnas Surabaya Eddyanto Sabarudin.
Selain Yeni, Febby Angguni yang mendapat julukan 'Ratu Sirnas' pun tidak dapat berpartisipasi di Surabaya karena sedang fokus mempersiapkan diri menghadapi Kejurnas Solo, Desember mendatang.
Absennya Febby menjadikan Ganis Nur Ramadhani sebagai favorit juara di nomor Tunggal Dewasa Putri. Peluang pemain Pertamina Indonesia yang dinobatkan menjadi unggulan pertama ini untuk menyabet gelar juara pun kian besar. Pasalnya, Febby merupakan rival Ganis di ajang Sirnas.
Namun, perjalanan Ganis untuk sampai ke podium juara diprediksi akan mendapatkan perlawanan berat dari Tike Arieda Ningrum, juara Sirnas Bandung yang menempati posisi unggulan kedua menggantikan Febby, serta Novalia Agustianti, pemegang posisi unggulan ketiga yang juga pernah mematahkan langkah Ganis di semifinal Sirnas Semarang, Juni lalu.

Kelas Dewasa Belum Dipertandingkan

Kelas Dewasa Belum Dipertandingkan

19/11/2012

Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) Jawa Timur Open 2012 dimulai hari ini, Senin (19/11). Di hari pertama pelaksanaan ajang kejuaraan bulutangkis tersebut, masih diwarnai babak kualifikasi dan kelas dewasa belum mulai bertanding.

Dari total 292 pertandingan yang digelar, 256 diantaranya merupakan pertandingan babak kualifikasi, yaitu sebanyak 155 pertandingan di kelas pemula dan 101 pertandingan di kelas remaja. Sedangkan sisanya merupakan pertandingan ronde pertama kelas taruna. Untuk mensiasati lonjakan peserta pemula, maka pertandingan kelas ini secara khusus digelar di GOR Suryanaga, terpisah dari GOR Sudirman yang menjadi GOR utama. Hal ini bertujuan untuk menghemat waktu agar jalannya pertandingan tidak berlangsung hingga larut malam. Sementara itu, kelas dewasa baru akan mulai dipertandingkan Selasa, (20/11).

Djarum Sirnas Jatim Open 2012 Resmi Dibuka

Djarum Sirnas Jatim Open 2012 Resmi Dibuka

19/11/2012

Turnamen Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) Jawa Timur Open 2012 resmi dibuka oleh Sekretaris Umum KONI Jatim Suwanto, Senin, (19/11) pagi di GOR Sudirman Surabaya. Ia pun membunyikan terompet sebagai tanda dibukanya ajang kejuaraan bulutangkis nasional ini yang disambut tepuk tangan meriah dari para peserta dan penonon yang hadir.

Upacara pembukaan diisi dengan menyanyikan lagu wajib Indonesia Raya oleh para peserta, pemutaran lagu Mars PBSI, serta pembacaan janji atlet dan wasit, serta pembacaan doa. Dalam kesempatan ini pula, Ketua Panitia Pelaksana Abdul Chodir, Sekretaris Umum KONI Jatim Suwanto, dan Sekretaris Jenderal PB PBSI Jacob Rusdianto juga memukulkan kok secara bergantian sebagai simbol dimulainya kejuaraan Djarum Sirnas Jawa Timur Open 2012.
Dalam sambutannya, Suwanto menyatakan optimis Sirnas dapat menjadi sarana efektif mencetak atlet-atlet berkualitas.
"Sirnas menjadi ajang untuk membina para atlet muda dan saya yakin dapat menghasilkan atlet-atlet berprestasi kelak," ujarnya.
Ia pun mengucapkan terima kasih kepada segenap panitia pelaksana yang telah bekerja keras demi terlaksananya event ini dan menghimbau para peserta untuk menjunjung tinggi semangat sportivitas saat bertanding.

Sirnas Surabaya Ajang Persiapan Kejurnas

Sirnas Surabaya Ajang Persiapan Kejurnas

18/11/2012

Rupanya, selain menjadi ajang kompetisi, Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) Jawa Timur Open 2012 yang dihelat di Kota Surabaya ini pun sekaligus menjadi ajang pemanasan bagi para atlet dalam rangka menyambut Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Solo, 4-9 Desember mendatang.

"Ada sekitar 20 atlet yang akan saya bawa ke Kejurnas di Solo dan akan saya turunkan di Sirnas. Sirnas akan menjadi uji coba terakhir sekaligus pemanasan sebelum turun di Kejurnas," ungkap Abdul Chodir, Manajer bulutangkis tim Jatim di Kejurnas 2012.
Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Panitia Pelaksana Sirnas Surabaya ini pun mengaku, persiapan menuju Sirnas sudah rampung dan tinggal tahap pelaksanaanya saja.
Sekretaris Panitia Sirnas Jatim Eddyanto Sabarudin pun memprediksikan pertarungan para atlet di karpet hijau akan berlangsung sengit.
"Saya kira persaingan menjadi yang terbaik berlangsung ketat. Pemain terbaik dari klub-klub banyak yang ikut, mereka akan bersaing dengan 21 pemain Pelatnas," ujarnya.
Sirnas Surabaya akan dibuka Senin, (19/11) di GOR Sudirman pukul 08.00 WIB.

Banjir Peserta di Surabaya

Banjir Peserta di Surabaya

18/11/2012

Seri terakhir turnamen Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) 2012 yang dilangsungkan di Kota Surabaya kebanjiran peserta. Tercatat sebanyak 1.293 pemain dari berbagai penjuru Indonesia dan sejumlah mancanegara ikut berpartisipasi.

Jumlah peserta asal Indonesia mencapai 1.277 atlet dari 111 klub. Sisanya, sebanyak 14 atlet dari Malaysia dan dua atlet dari Filipina.
"Pemain Malaysia ikut di kelompok usia muda sedangkan Filipina turun di tunggal dewasa putra," ujar Sekretaris Panitia Sirnas Surabaya Eddyanto Sabarudin.
Menurutnya, jumlah peserta mancanegara tidak terlampau banyak karena mereka lebih mengincar Surabaya Cup untuk mengincar poin dan di waktu yang bersamaan BWF menggelar turnamen khusus untuk atlet junior di Singapura.
Meskipun demikian, jumlah peserta telah melampaui target. Tingginya animo peserta sudah diprediksi sejak awal karena turnamen Sirnas ini merupakan event akhir tahun. Kejuaraan ini pun sekaligus menjadi ajang evaluasi untuk melihat peningkatan potensi para atlet muda berbakat.
Djarum Sirnas Jawa Timur Open 2012 akan berlangsung dari tanggal 19-24 November di GOR Sudirman Surabaya dengan total hadiah mencapai Rp 240 juta.

Pelatnas Serbu Surabaya

Pelatnas Serbu Surabaya

17/11/2012

Para penghuni Cipayung siap berlaga di kejuaraan Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) Jawa Timur Open 2012 setelah absen di Sirnas Bali, satu pekan silam. Sirnas Jawa Timur Open yang dihelat di Kota Surabaya ini diikuti 21 atlet Pelatnas yang akan turun di empat nomor pertandingan.
Di sektor tunggal, Pelatnas menempatkan sembilan orang wakilnya. Mereka antara lain Evert Sukamta, Arief Gifar Ramadhan, Panji Akbar Sudrajat, Andre Marteen dan Siswanto di nomor tunggal putra. Sedangkan, para srikandi Pelatnas seperti Yeni Asmarani, Renna Suwarno, Millicent Wiranto, dan Elisabeth Purwaningtyas akan meramaikan nomor tunggal putri.
Sementara di sektor ganda, Pelatnas mengirimkan enam pasang wakilnya. Masing-masing tiga pasang untuk nomor ganda putra dan ganda putri. Di nomor ganda putra, terdapat pasangan Ronald/Selvanus Geh, Wahyu Nayaka/Ade Yusuf, dan Rahmat Adianto/Hardianto yang mendominasi perolehan juara di Sirnas Banten, Oktober lalu. Sedangkan, di nomor ganda putri pasangan yang akan turun berlaga adalah Anggia Shitta/Shela Devi, Ririn Amelia/Melvira Oklamona, dan Khaeriah Rosmini/Deariska Putri.
Kehadiran para atlet Pelatnas ini diharapkan dapat mendongkrak gengsi turnamen dan membuat jalannya pertandingan kian kompetitif. Selamat bertanding para peserta Sirnas, tunjukkan kemampuan terbaikmu dan junjung tinggi sportivitas!

Akhir Perjalanan Sirnas 2012

Akhir Perjalanan Sirnas 2012

17/11/2012

Tidak terasa rangkaian perjalanan panjang Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) akan memasuki pemberhentian terakhirnya di Kota Surabaya.

Kota Pahlawan ini menjadi kota kesepuluh sekaligus kota penutup yang disinggahi turnamen Djarum Sirnas usai melanglang buana dari kota Banjarmasin, Palembang, Jambi, Makassar, Jakarta, Bandung, Semarang, Banten, dan Bali di tahun 2012. Sirnas Surabaya akan digelar selama enam hari berturut-turut, terhitung dari tanggal 19-24 November, bertempat di GOR Sudirman.
Tahun lalu, Alamsyah Yunus keluar sebagai juara di nomor Tunggal Putra usai menaklukkan Senatria Agus SP di partai final. Di nomor Tunggal Putri, Ganis Nurrahmadani naik ke podium juara setelah menang retired atas srikandi Pelatnas, Mazziyah Nadhir yang tumbang di lapangan dan harus dilarikan ke rumah sakit. 
Pasangan Lita Nurlita/Variella Aprilsasi menjadi juara Ganda Putri usai menang mudah atas pasangan Deariska Putri/Nurbeta Kwanrico. Fernando Kurniawan/Wifqi Windarto meraih gelar juara Ganda Putra setelah menekuk lutut pasangan Dandi Prabudita/Jones Ralfy Jansen yang merupakan rekan se-klubnya di PB Djarum.

Dari Bali ke Malaysia

Dari Bali ke Malaysia

12/11/2012

Sejumlah peserta Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) Bali langsung bertolak ke Malaysia untuk mengikuti kejuaraan Malaysia International Challenge 2012.

Mereka diantaranya adalah Hanna Ramadhini, Senatria Agus SP, Dian Fitriani, Aris Budiharti, Maretha Dea Giovani, dan Imma Muthia Khairunnisa. Bahkan, Senatria terpaksa harus mengundurkan diri di partai Final Sirnas Bali dan menghadiahkan kemenangan untuk Alamsyah Yunus guna mempersiapkan diri menghadapi kejuaraan di negeri yang terkenal dengan menara kembar Petronas-nya tersebut.
"Kaki saya cidera semenjak semifinal, daripada semakin parah jadi saya mengundurkan diri. Lagipula, Alamsyah adalah teman saya, jadi tidak masalah bagi saya," ungkapnya.
Kejuaraan ini akan berlangsung dari tanggal 13-18 November 2012 bertempat di UNIMAS Indoor Stadion, Kuching. Sebanyak 192 pebulutangkis akan turun bertanding memperebutkan total hadiah US$ 15.000. Selamat bertanding para atlet Indonesia, junjung tinggi sportivitas dan bawa pulang gelar juara!

Vita Picu Atlet Muda Lewat Sirnas

Vita Picu Atlet Muda Lewat Sirnas

12/11/2012

Nama Vita Marissa sudah tidak asing lagi di telinga para pecinta bulutangkis. Atlet yang lahir di Jakarta, 4 Januari 1981 ini kerap kali mengantongi prestasi tingkat nasional maupun internasional. Diantaranya, juara Indonesia Open 2008 bersama Liliyana Natsir dan juara Taiwan Open 2010 bersama Hendra Aprida Gunawan.

Terakhir, Vita menyabet dua gelar juara sekaligus, yaitu nomor Ganda Dewasa Putri dan Ganda Dewasa Campuran di Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) Bali Open 2012. Bagi Vita, keikutsertaannya di ajang Sirnas tidak sekedar menjadi juara, tapi juga sebagai pemicu para atlet muda untuk merajut prestasi.
"Kehadiran saya di Sirnas ini untuk menarik dan memotivasi para atlet muda agar mengeluarkan kemampuan terbaiknya," ujar Vita.
Menurutnya, mereka akan menjadi tumpuan untuk mengharumkan nama bangsa Indonesia kelak.
"Di usia saya saat ini saja saya masih bersemangat untuk bermain bulutangkis, mereka seharusnya lebih terpicu lagi untuk bersaing secara kompetitif menjadi yang terbaik," sahutnya.
Selain Vita Marissa, sejumlah pebulutangkis kawakan seperti Nadya Melati yang menjadi partner Vita di Ganda Putri, Trikus Harjanto yang berpasangan dengan Vita di Ganda Campuran, dan Jeffer Rosobin juga ikut turun meramaikan Sirnas Bali.

Ihsan, dari Tidak Suka Jadi Jatuh Cinta

Ihsan, dari Tidak Suka Jadi Jatuh Cinta

12/11/2012

Ihsan Maulana Mustofa menjadi salah satu langganan juara Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas). Di Bali, ia berhasil meraih gelar juara Sirnas untuk yang keempat kalinya. Siapa sangka, pemain Tunggal Taruna Putra PB Djarum ini awalnya tidak berniat terjun di bulutangkis.

"Dari TK disuruh orang tua latihan, tapi gak mau, gak suka," akunya.
Ihsan kecil harus ikut ayahnya ke lapangan bulutangkis lebih dulu jika ingin meminta uang saku.
"Ayo, ikut ayah dulu ke lapangan, nonton dulu nanti dikasih uang lebih," ujar Ihsan meniru ucapan ayahnya saat itu.
Lambat laun, Ihsan mulai tertarik dengan olahraga tepuk bulu ini dan mencoba latihan. Akan tetapi, semangatnya pudar kembali karena ia kerap kali merasa letih sehabis latihan.
"Lama-lama lihat orang main bulutangkis kaya yang enak, terus nyoba latihan tapi capek, jadi gak mau lagi," tuturnya.
Hingga akhirnya, pria kelahiran Tasikmalaya, 18 November 1995 ini menemukan momen yang membuatnya jatuh cinta dengan bulutangkis ketika berhasil menjuarai pertandingan di kampung halamannya sendiri.
"Meskipun pertandingan kecil, tapi saya langsung juara dan jadi kesayangan. Sama kakek juga langsung digendong. Seneng banget pokonya," kata Ihsan.
Ihsan berharap, suatu saat nanti ia dapat menjadi juara dunia seperti idolanya, Taufik Hidayat. Untuk itu, ia pun bertekad menempa diri lebih baik lagi.
"Harus latihan lebih semangat lagi karena semangat saya suka naik turun," pungkasnya sambil tertawa kecil.

Mutiara Bandung Dominasi Juara

Mutiara Bandung Dominasi Juara

11/11/2012

Nama PB Mutiara Bandung muncul sebagai pemegang gelar juara terbanyak dalam Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) Bali Open 2012.

Mutiara Bandung membawa pulang empat gelar juara yang disumbangkan pasangan Nisak Puji Lestari/Rika Rositawati di nomor Ganda Remaja Putri, Reinard Dhanriano/Sinta Arum di nomor Ganda Campuran Remaja, Imma Muthia K/Mareta Dea G di nomor Ganda Taruna Putri, dan Hanna Ramadhini di nomor Tunggal Dewasa Putri.
Dominasi Mutiara Bandung sudah terlihat sejak partai final dimana terjadi all Mutiara Bandung final di nomor Ganda Remaja Putri dan Ganda Taruna Putri. Bahkan, pasangan Ganda Campuran Remaja mereka, Reinard/Sinta yang tidak diunggulkan, mampu menumbangkan unggulan kedua, Rohmat AR/Fitriani asal Exist Jakarta. Hanna pun muncul sebagai juara baru Tunggal Dewasa Putri yang biasanya dikuasai Febby Angguni.
Sementara itu, PB Djarum menyusul kemudian dengan tiga gelar juara yang diraih pasangan baru Kevin Ersa/Yantoni Edy S di nomor Ganda Taruna Putra, Rendra Wijaya/Rian Sukmawan di nomor Ganda Dewasa Putra, dan Ihsan Maulana Mustofa di nomor Tunggal Taruna Putra.

Nadya Hijrah

Nadya Hijrah

11/11/2012

Jika anda mengikuti ajang Djarum Sirkuit Nasional (Djarum Sirnas) mungkin anda sudah famikiar dengan nama Nadya Melati. Ya, ia sempat menjadi salah satu atlet yang memiliki gelar terbanyak dan berturut-turut di tahun 2009-2010 lalu saat ia berpasangan dengan Devi Tika Permatasari.

Namun, ia pun akhirnya berganti pasangan dan berduet dengan Vita Marissa hingga ia bisa mencapai final Djarum Indonesia Open Super Series Premier 2011 dan akhirnya kalah dari Wang Xiaoli/Yu Yang, dan meraih medali perak SEA GAmes 2011 setelah di final kalah dari pasangan Nitya Krishinda/Anneke Feinya.

Mungkin, selama ini anda pun mungkin mengenalnya sebagai atlet dari Jaya Raya, tetapi di Djarum Sirnas Bali ia tertulis sebagai atlet PB Pertamina.

"Ya sudah tiga bulan ini saya sudah bergabung dengan Pertamina, dan tidak di Jaya Raya lagi," ujarnya.

Nadya mengakui sudah tidak mendapat support dari klub yang pernah membesarkan namanya itu. "Klub sedang berkonsentrasi dan memprioritaskan pasangan lain, saya tidak lagi mendapat biaya pertandingan, jadi saya memilih untuk berpindah klub yang mau mensupport saya," pungkasnya.

Gelar juara ini pun ia persembahkan untuk klub barunya tersebut.

Hanna Raih Gelar Perdana

Hanna Raih Gelar Perdana

10/11/2012

Pemain Mutiara Bandung, Hanna Ramadhini untuk pertama kalinya berhasil menyabet gelar juara Tunggal Dewasa Putri di Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) Bali Open 2012.

Perjuangan Hanna untuk dapat sampai ke podium juara tidaklah mudah. Ia harus melewati langganan juara, Febby Angguni di perempat final, menaklukkan unggulan ketiga, Tike Arieda Ningrum di semifinal dan berjibaku dalam rubber game melawan Ana Rovita di partai final hinggal akhirnya keluar sebagai juara dengan skor 19-21, 21-19, dan 22-20.
"Tadi main penuh konsentrasi, jangan sampai lengah dan buang-buang poin," ungkapnya.
Sementara itu, Ana mengaku kecewa karena peluangnya untuk meraih juara kandas.
"Tadi sempat unggul di akhir, tapi justru di poin-poin kritis malah salah-salah karena buru-buru," ujarnya dengan nada kecewa.
Dalam waktu dekat ini Ana akan berpartisipasai di Kejurnas Solo dan Hanna akan terbang ke Malaysia untuk mengikuti kejuaraan di sana.

Main Santai, Nadya/Vita Juara

Main Santai, Nadya/Vita Juara

10/11/2012

Nadya Melati/Vita Marissa menambah koleksi gelar juaranya setelah berkutat dalam rubber game kontra Devi Tika Permatasari/Keshya Nurvita Hanadia di partai final Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) Bali Open 2012, Sabtu (10/11).

Nadya/Vita menang mudah 21-18 di game pertama. Namun di game kedua, Nadya/Vita kecolongan 18-21. Pukulan mereka sering melebar dan out sehingga menambah poin untuk lawan.
Namun, Nadya/Vita menunjukkan kualitas mereka yang sudah banyak mengecap pengalaman bertanding dengan tetap bermain tenang di game ketiga. Game penentuan ini pun menjadi milik mereka setelah menyudahi permainan dengan kemenangan, 21-13.
"Kuncinya bermain santai. Permainan lawan tadi kurang safe karena mereka juga masih muda dan perlu banyak berlatih lagi," papar Vita.
Ini merupakan gelar juara ketiga bagi Nadya/Vita setelah sebelumnya juara di Sirnas Makassar dan Semarang. Vita pun mengaku senang melihat animo warga Bali.
"Dari semifinal sampai final tadi banyak yang menonton. Sayangnya, peserta dari Bali masih belum kelihatan bakat-bakatnya. Semoga bisa lebih diarahkan dan dibina lagi," pungkasnya.

A. Sahibul Wafa/M. Asykuru Buat Gebrakan

A. Sahibul Wafa/M. Asykuru Buat Gebrakan

09/11/2012

Pasangan Ganda Dewasa Putra asal Pelabuhan II membuat gebrakan dengan lolos ke putaran final Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) Bali Open 2012 di GOR Lila Bhuana Denpasar, Jumat (9/11).

A. Sahibul Wafa/M Asykuru yang tampil di Ganda Campuran Dewasa secara mengejutkan mampu mengalahkan unggulan dua Chrisna Adi W/Ridho Akbar pada babak semifinal lewat pertarungan sengit rubber game.
Di game pertama, pasangan yang bukan favorit juara tersebut sudah terlihat mampu mengimbangi permainan Chrisna/Ridho. Namun, serangan bertubi-tubi dari juara Sirnas Makassar tersebut membuat keduanya harus mengakhiri laga dengan kekalahan 18-21.
Di set kedua, permainan keduanya justru lebih baik dan berhasil membalikkan kedudukan dengan keunggulan 21-15. Poin A. Sahibul/M.  Asykuru sempat tertinggal di akhir pada game penentu. Namun mereka mampu berbalik unggul sekaligus memastikan tiket final dengan kemenangan 23-21.
"Senang sekali bisa sampai final karena biasanya kita hanya sampai delapan besar atau semifinal. Kuncinya tadi main konsisten," ujar Sahibul.
Di final, A. Sahibul/M. Asykuru akan menantang langganan juara Sirnas, pasangan Rendra Wijaya/Rian Sukmawan dari PB Djarum.
"Tembakan mereka patut diwaspadai. Permainannya cepat dan tenaganya besar. Besok yang terpenting konsentrasi dan persiapkan tenaga," paparnya.

Peluang Tike Tambah Gelar Juara Kandas

Peluang Tike Tambah Gelar Juara Kandas

09/11/2012

Peluang pemain Jaya Raya Suryanaga, Tike Arieda Ningrum untuk menambah koleksi gelar juara kandas di Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) Bali Open 2012.

Juara Sirnas Bandung ini takluk dua game langsung, 19-21 dan 10-21 di tangan Hanna Ramadini asal Mutiara Bandung di semi final, Jumat (9/11) malam. Tike pun mengakui permainannya kali ini sedang tidak maksimal.
"Permainan saya memang sedang tidak bagus. Tadi sering melakukan kesalahan sendiri. Hanna juga bermain bagus, bola dari dia tidak mati-mati," paparnya.
Dengan demikian, Hanna berhak mendapatkan tiket ke final dan akan bersua dengan Ana Rovita asal PB Djarum yang lolos setelah menundukkan rekan se-klubnya, Dinar Dyah Ayustine dengan skor 12-21, 21-12, dan 21-13.
"Di awal game tadi Dinar unggul, tapi di game berikutnya banyak bola dia yang mati sendiri dan saya jadi makin yakin," ujar Ana.
Ana yang pernah dikalahkan Hanna di Sirnas Palembang ini pun sudah memiliki strategi untuk menghadapi lawannya tersebut.
"Akurasi bolanya akurat. Mainnya juga gigih. Saya akan coba memancing dia untuk terbawa permainan saya," ungkapnya.

Devi/Kehsya Tantang Nadya/Vita di Final

Devi/Kehsya Tantang Nadya/Vita di Final

09/11/2012

Devi Tika Permatasari/Keshya Nurvita Hanadia akan menantang unggulan pertama, Nadya Melati/Vita Marissa di partai final Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) Bali Open 2012 yang akan berlangsung Sabtu, (10/11) di GOR Lila Bhuana Denpasar mulai pukul 13.00 WITA.

Devi/Keshya berhasil meraih tiket final usai berjibaku melawan unggulan kedua, Pia Zebadiah/Rizky Amelia P lewat rubber game dalam laga semifinal, Jumat (9/11) malam. Devi/Keshya yang kalah di game pertama mampu merubah ritme permainan di game berikutnya hingga akhirnya memenangkan pertandingan dengan skor akhir 15-21, 21-11, dan 21-19.
"Di game pertama sempat ketinggalan jauh karena kami belum panas. Barulah di game berikutnya kami lebih banyak menyerang," tutur Devi.
Di final, pasangan asal SGS PLN ini akan menantang unggulan pertama, Nadya Melati/Vita Marissa dari Pertamina Indonesia dan Tangkas Specs yang melaju mulus ke final usai menaklukkan Aris Budiharti/Dian Fitriani dari Pusdiklat Jaya Raya dua game langsung, 21-14 dan 21-4.
"Besok bermain all out saja karena mereka lebih senior dan berpengalaman," sahutnya.

Duel Dua Sahabat di Final

Du

Duel Dua Sahabat di Final

el Dua Sahabat di Final

09/11/2012

Dua sahabat Alamsyah Yunus dan Senatria Agus SP akan menjadi lawan di karpet hijau untuk memperebutkan podium juara.
Alamsyah dan Senatria lolos ke partai final Tunggal Dewasa Putra Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) Bali Open 2012 usai membungkam lawan masing-masing dalam laga semifinal yang berlangsung Jumat, (9/11) malam.
Alamsyah meraih tiket ke final lebih dulu setelah menekuk lutut Andreas Adityawarman dua game langsung, 21-19 dan 21-11 disusul kemudian oleh Senatria usai menang mudah 21-16 dan 21-11 dari Ridho Akbar.
Di Sirnas Semarang bulan Juni silam, pasangan sahabat ini bersua di final dan Alamsyah berhasil  keluar sebagai juara. Kembali berhadapan dengan Senatria, Alamsyah pun mengaku bahagia.
"Senang bisa ketemu Senatria di final. Lagipula, kita juga sudah sering bertemu bahkan suka latihan bareng," ujarnya.
Sementara itu, Senatria pun mengaku tidak memiliki persiapan khusus untuk menghadapi Alamsyah.
"Bermain lepas saja dan berusaha sebaik mungkin," sahut Senatria.
Partai final Tunggal Dewasa Putra digelar Sabtu (10/11) di GOR Lila Bhuana Denpasar mulai pukul 13.00 WITA dan disiarkan langsung oleh TVRI.

Bekuk Juara Banten, Chrisna/Ayu ke Final

Bekuk Juara Banten, Chrisna/Ayu ke Final

09/11/2012

Pasangan gado-gado asal Ganesha Banten dan Mutiara Bandung, Chrisna Adi Wijaya/Ayu Rahmasari lolos ke final Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) Bali Open 2012, usai membekuk juara Sirnas Banten, Ardiansyah Putra/Lita Nurlita.
Unggul jauh di gim pertama, Chrisna/Ayu kecolongan di gim kedua. Sempat terjadi rally poin di gim ketiga sebelum akhirnya Chrisna/Ayu memetik kemenangan dengan skor akhir 21-10, 22-20, dan 21-15.
"Ini pertama kalinya kami menang dari mereka setelah bertemu empat kali. Tadi main nekat dan yakin saja karena kita sudah sama-sama tahu permainan masing-masing," papar Ayu.
Di final, Chrisna/Ayu akan menantang pemain senior Trikus Harjanto/Vita Marissa yang juga pemegang gelar juara sirnas dua kali.
"Ini pertemuan kedua kami dengan Trikus/Vita di final. Pertama kali ketemu di Semarang dan mereka juara. Main nothing to lose saja nanti karena mereka lebih senior," tuturnya.
Partai final Sirnas Bali akan digelar Sabtu, (10/11) di GOR Lila Bhuana Denpasar dan ditayangkan langsung pukul 13.00 WITA.

Target Hermansyah Gagal

Target Hermansyah Gagal

08/11/2012

Setelah kalah di putaran awal Sirnas Banten, Oktober lalu, pemain Pusdiklat Jaya Raya ini bertekad untuk memperbaiki performannya di Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) Bali Open 2012 dan memasang target semifinal.

Namun ia terpaksa harus gigit jari karena targetnya digagalkan Ridho Akbar asal Ganesha Banten. Langkah unggulan keempat ini harus terhenti di perempat final usai ditaklukkan Ridho, Kamis (8/11) sore.
Hermansyah yang tertinggal di game pertama berusaha mengejar ketertinggalannya di game kedua dengan bermain menyerang. Akan tetapi, Ridho mampu mengimbangi serangan Hermansyah dan mempertahankan kemenangan hingga akhir pertandingan, 21-10 dan 21-18.
"Saya sudah berusaha habis-habisan namun permainan lawan juga memang bagus-bagus," ujar Hermansyah.
Ia pun tak lantas patah arang dan berniat untuk memperbaiki prestasinya di kejuaraan Sirnas mendatang.
"Pertandingan pasti ada yang menang dan ada yang kalah. Harus tetap optimis dan terus mengasah kemampuan diri. Saya akan lebih mempersiapkan kondisi fisik maupun mental," pungkasnya.

Unggulan Melaju Mulus

Unggulan Melaju Mulus

08/11/2012

Para unggulan Ganda Dewasa Putra Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) Bali Open 2012 berhasil mengatasi lawan masing-masing di perempat final dan melaju mulus ke semifinal.

Unggulan pertama Rendra Wijaya/Rian Sukmawan akan berhadapan dengan Ardiansyah Putra/Trikus Harjanto yang menjadi unggulan ketujuh di semifinal usai membungkam pasangan Dwi Setiawan/Yusuf Akhmad, 21-16 dan 21-17. Sedangkal Ardiansyah/Trikus lolos setelah menekuk lutut pasangan I Komang Sandi/M Nur Rofi'i dua game langsung, 21-17 dan 25-23.
Di pool bawah, Chrisna Adi Wijaya/Ridho Akbar yang menempati unggulan kedua akan ditantang unggulan keempat, A. Sahibul Wafa/M. Asykuru. Chrisna/Adi melangkah ke semifinal usai menundukkan pasangan Riyo Arief/Rizky Hidayat, 22-20 dan 21-11. Sedangkan A. Sahibul/M. Asykuru melaju ke semifinal usai mengalahkan pasangan Hendra Setyo N/Tri Kusuma Wardhana dengan skor 21-16 dan 23-21.
Partai semifinal Ganda Dewasa putra akan digelar Jumat, (9/11) mulai pukul 17.00 WITA di GOR Lila Bhuana Denpasar.

Sengit, Andreas dan Senatria Akhirnya Lolos ke Semifinal

Sengit, Andreas dan Senatria Akhirnya Lolos ke Semifinal

08/11/2012

Andreas Adityawarman dan Senatria Setia Agus Putra harus melalui laga sengit terlebih dulu sebelum akhirnya memastikan tempat di semifinal Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) Bali Open 2012.

Andreas dipaksa bermain rubber oleh juara Sirnas Bali tahun lalu, Fauzi Adnan. Unggul 21-14 di game pertama, pemain asal PB Djarum ini tertinggal jauh di game kedua, 9-21. Namun ia berhasil mengembalikan ritme permainan di game ketiga dan menutup kemenangan dengan skor 21-18.
"Di game kedua, Andreas banyak melakukan kesalahan. Tapi di poin-poin kritis game ketiga, ia justru semakin berani dan terlihat lebih yakin," tutur pelatih tunggal putra PB Djarum Agung Susilo.
Menurutnya, Andreas juga harus mampu mempertahankan performanya dalam menghadapi unggulan pertama, Alamsyah Yunus di semifinal.
"Kuncinya, persiapkan mental dan kondisi. Tubuh harus fit agar siap tempur lagi," sahutnya.
Setali tiga uang dengan Andreas, Senatria pun harus melalui rubber game melawan pebulutangkis senior, Jeffer Rosobin. Kalah di game pertama, Senatria bermain lebih agresif di game berikutnya dan berhasil memanfaatkan stamina Jeffer yang menurun untuk mencuri poin hingga akhirnya menang 18-21, 21-16, dan 21-9.
"Dia lebih berpengalaman dan di awal permainan saya kecolongan terus," ungkapnya.
Pemain SGS PLN ini juga mengaku tidak memiliki persiapan khusus menghadapi Ridho Akbar di semifinal.
"Saya sudah sering bertemu dia. Yang penting berkonsentrasi penuh dalam pertandingan besok, jangan sampai kecolongan," ujarnya.

Runtuhnya Dominasi Langganan Juara

Runtuhnya Dominasi Langganan Juara

08/11/2012

Dua langganan juara Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) sekaligus pemilik singgasana unggulan teratas, Ganis Nur Ramadhani dan Febby Angguni untuk pertama kalinya tumbang secara bersamaan di perempat final Sirnas Bali, Kamis (8/11) sore.

Ganis, juara Sirnas Jambi dan Makassar tumbang lebih dulu setelah dibekuk pemain PB Djarum, Ana Rovita dua game langsung, 21-16 dan 21-13. Misi Ganis untuk membalas kekalahannya dari Ana di PON Riau September lalu pun gagal.
Febby yang menempati posisi unggula kedua menyusul kemudian. Pemegang gelar lima kali juara sirnas ini ditaklukkan pemain mutiara Bandung, Hanna Ramadhini dalam waktu 37 menit dengan skor 17-21 dan 14-21. Ini merupakan pertemuan kedua mereka di karpet hijau setelah final Sirnas Palembang. Saat itu, Febby yang memenangkan pertandingan dan keluar sebagai juara.
"Tadi main nothing to lose aja soalnya kak Febby kan lebih senior. Tapi mungkin aku lebih siap jadi bisa main lebih maksimal," tutur Hanna.
Di semifinal, Ana akan ditantang rekan se-klubnya, Dinar Dyah Ayustine yang mengalahkannya di semifinal Sirnas Banten dan keluar sebagai runner up sedangkan Hanna akan kembali berjumpa dengan juara Sirnas Bandung, Tike Arieda Ningrum yang pernah mengalahkannya di Sirnas Kalimantan. Laga semifinal Tunggal Dewasa Putri akan digelar Jumat, (9/11) di GOR Lila Bhuana Denpasar mulai pukul 17.00 WITA.

Lita Akui Persaingan Kian Berat

Lita Akui Persaingan Kian Berat

08/11/2012

Juara Ganda Dewasa Campuran Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) Banten Open 2012, bagi pasangan Ardiansyah/Lita Nurlita di Sirnas Bali harus menghadapi tantangan berat di Sirnas Bali untuk dapat mempertahankan gelar juaranya.
"Persaingan di Bali lebih berat karena lebih banyak pemain yang turun. Apalagi ada Trikus/Vita," ungkapnya.
Namun, pemegang gelar juara di Palembang, Jambi, Bandung, dan Banten ini tetap optimis dan memasang target juara. Dalam perempat final yang berlangsung Kamis, (8/11), pasangan asal Pertamina Indonesia dan SGS PLN ini berhasil lolos ke semifinal usai menaklukkan Ridho Akbar/Ery Oktaviani lewat rubber game, 21-13, 17-21, dan 21-12.
"Bola mereka agak pelan dan kita jadi terbawa permainan mereka. Jadi banyak rally bukannya menyerang," tuturnya.
Di semifinal, Ardiansyah/Lita akan ditantang pasangan Chrisna Adi/Ayu Rahmasari yang lolos setelah menang 21-16 dan 21-16 atas Dwi Setiawan/Nadya Melati.
Laga semifinal lainnya menyajikan pertandingan antara unggulan pertama Tri Kusuma Wardhana/Variella Aprilsasi melawan juara Sirnas Makassar dan Semarang, Trikus Harjanto/Vita Marissa.