Para Penguasa Podium Juara

Para Penguasa Podium Juara

26/11/2012

Pertandingan kategori dewasa di Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) selalu menarik perhatian. Pasalnya, teknik permainan mereka dinilai jauh lebih matang sehingga mampu menyuguhkan pertandingan seru dan tidak biasa. Selain itu, kehadiran sejumlah pemain nasional di kategori ini juga menjadi daya tarik tersendiri. Penasaran siapa sajakah yang mendominasi perolehan juara di kategori ini selama Sirnas 2012?

Di nomor tunggal, nama Alamsyah Yunus dan Febby Angguni muncul sebagai pemegang gelar juara terbanyak. Tak tanggung-tanggung, keduanya berhasil lima kali naik ke podium utama dari total 10 seri Sirnas tahun ini.
Di nomor ganda campuran, pasangan pemain nasional Trikus Harjanto/Vita Marissa berhasil mengoleksi empat gelar juara. Begitu pun dengan pasangan ganda putra, Rendra Wijaya/Rian Sukmawan.
Sementara itu, di nomor ganda putri, pasangan Devi Tika Permatasari/Keshya Nurvita Hanadia seri dengan Nadya Melati/Marissa. Devi/Keshya dan Nadya/Vita masing-masing berhasil mengumpulkan total tiga gelar juara.
Apakah mereka mampu mempertahankan eksistensinya di perhelatan Sirnas tahun depan atau akan bermunculan nama-nama baru yang menggeser kekuasaan mereka? Tunggu kedatangan Djarum Sirkuit Nasional tahun depan di kota Anda!

PB Djarum Borong Gelar Juara

PB Djarum Borong Gelar Juara

26/11/2012

PB Djarum memperoleh raihan juara terbanyak di Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) Jawa Timur Open 2012. Di seri terakhir Sirnas ini PB Djarum borong enam gelar juara.

Di kategori pemula, satu gelar juara disumbangkan pasangan ganda putra, Andika Ramadiansyah/M. Febriansyah. Di final, pasangan ini menaklukkan Hadi F/Royanda asal Hi Qua Wima, 21-14 dan 23-21.
Dua gelar diperoleh dari kategori dewasa. Didit Juang Indrianto/Praveen Jordan di nomor ganda putra dan Rosaria Yusfin Pungkasari di nomor tunggal putri sama-sama berhasil menyabet gelar perdana mereka.
Didit/Praveen juara usai menekuk pasangan Pelatnas, Ade Yusuf S/Wahyu Nayaka Arya dengan 21-12, 19-21, dan 22-20. Sedangkan Rosaria juara setelah mengalahkan pemain tuan rumah, Sylvinna Kurniawan asal Surya Baja, 21-16 dan 21-15.
Tiga gelar juara lainnya datang dari kategori taruna. Pasangan baru ganda putra, Abu Bakar/Ricky Alverino Sidharta menang dua game langsung, 21-17 dan 21-19 atas Ellen Frederika/Fajar Alfian dari SGS PLN.
Di nomor ganda campuran, pasangan Ricky Alverino Sidharta/Uswatun Khasanah juga berhasil juara usai menundukkan pasangan Mutiara Bandung, Stefan IH/Novalita Anggraeni lewat skor 21-18 dan 21-19. Sisanya, disumbangkan M Bayu Pangisthu di nomor tunggal putra. Bayu juara usai menekuk unggulan kedua, Ari Januari dari Tangkas Specs, 21-18 dan 21-16 di partai puncak.
Sementara itu, PB Exist menyusul di tempat kedua dengan tiga gelar juara. Sedangkan Mutiara Bandung yang pada Sirnas Bali lalu membawa pulang gelar juara terbanyak, kali ini berada di tempat ketiga dengan perolehan dua gelar juara.

Jonatan Christie Berbeda dari 'Arya'

Jonatan Christie Berbeda dari 'Arya'

26/11/2012

Nama Jonatan Christie sudah akrab di telinga pecinta bulutangkis Indonesia. Selain karena perannya sebagai Arya di film King, anak pasangan Andreas Adi S dan Marlanti Djaja ini juga telah banyak menorehkan prestasi di karpet hijau meskipun usianya tergolong masih belia.

Jonatan yang lahir di Jakarta, 15 September 1997 ini terjun ke dunia bulutangkis sejak masih duduk di bangku Sekolah Dasar.
"Di sekolah ada ekskul bulutangkis lalu saya ikutan. Saya percaya kalau saya bisa bermain lebih bagus dan saya tertarik menekuninya," ujarnya.
Kepercayaan Jonatan berbuah hasil, tak sedikit prestasi yang telah berhasil ia kantongi. Diantaranya, Juara I Kejurda DKI Jakarta 2008, juara 1 Kejuaraan Astec 2008,  dan terakhir, runner up Djarum Sirkuit Nasional Bali Open, November silam.
Ia pun pernah mempersembahkan dua emas dan satu perak untuk Indonesia di olimpiade pelajar sekolah dasar se-Asia tenggara di Jakarta tahun 2008. Berkat prestasinya itu, ia dianugerahi penghargaan Satya Lencana dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di awal tahun 2009.
Jika di film King ia memerankan sosok anak manja yang egois dan arogan, sifat aslinya jauh berbeda. Jonatan yang bernaung di bawah klub Tangkas Specs mencoba untuk disiplin dalam berlatih bulutangkis.
"Saya selalu berusaha tepat waktu untuk berlatih karena saya ingin serius di bidang ini," ucap atlet yang ingin bisa masuk Pelatnas dalam waktu dekat ini.
Ia pun tak segan-segan meladeni permintaan penggemarnya untuk foto bersama atau sekedar membubuhkan tanda tangan usai bertanding.
"Orang tua saya selalu berpesan untuk tidak sombong kalau sudah di atas," tukasnya sambil tersenyum.

Ricky Alverino Ingin Seperti Lee Yong Dae

Ricky Alverino Ingin Seperti Lee Yong Dae

25/11/2012

Pemain taruna PB Djarum, Ricky Alverino Sidharta berhasil menyabet dua gelar juara sekaligus di Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) Jawa Timur Open 2012. Dua gelar tersebut ia raih di nomor ganda putra berpasangan dengan Abu Bakar dan di ganda campuran berpasangan dengan Uswatun Khasanah.

"Rasanya bangga bisa meraih dua gelar juara sekaligus. Apalagi kedua orangtua saya menonton langsung," ujarnya sambil tersenyum.
Kendati bermain di dua nomor, namun Ricky tidak pernah merasa lelah dan mengeluh.
"Saya menikmatinya. Justru semakin bersemangat untuk bisa memberikan yang terbaik," sahutnya mantap.
Ricky memang menyukai bulutangkis sejak kecil. Bahkan, ia pernah memperkuat klub bulutangkis di Singapore sebelum bergabung dengan PB Djarum. Menurutnya, kesuksesannya saat ini tidak terlepas dari peran kedua orang tua tercinta.
"Saya merasa sangat berterima kasih kepada Mami, Papi, dan keluarga saya yang selalu mendukung karir bulutangkis saya hingga bisa menjadi seperti sekarang," ujarnya.
Ricky yang dikenal humoris dan ramah ini pun mengaku ingin bisa seperti idolanya, pebulutangkis asal negeri ginseng Korea Selatan, Lee Yong Dae.
"Motivasinya tinggi dan selalu semangat. Permainannya juga bagus, cepat dan sulit ditembus," ungkapnya.
Untuk itu, ia bertekad terus mengasah permainannya menjadi lebih baik lagi.
"Harus berlatih lebih giat lagi dan selalu intropeksi diri. Jangan pernah merasa puas atas hasil yang telah dicapai," pungkasnya.

Sampai Jumpa di Sirnas Tahun Depan

Sampai Jumpa di Sirnas Tahun Depan

25/11/2012

Rangkaian Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) 2012 berakhir sudah. Turnamen bulutangkis nasional ini dimulai di Banjarmasin Februari silam, berlanjut ke Palembang, Jambi, Makassar, Jakarta, Bandung, Semarang, Banten, Bali, dan berakhir di Surabaya, Sabtu (24/11).

Pelaksanaan Sirnas di kota terakhir ini berlangsung semarak. Lebih dari seribu peserta ikut berpartisipasi. Kehadiran sejumlah pemain Pelatnas dan pemain nasional membuat persaingan kian ketat.
Banyak kejutan terjadi di seri penutup ini. Juara baru bermunculan. Sebut saja Febrian Irvanaldi di nomor tunggal putra, Rosaria Yusfin Pungkasari di nomor tunggal putri, dan Didit Juang Indrianto/Praveen Jordan di nomor ganda putra yang sukses menyabet gelar perdana mereka di kota pahlawan ini.
Menurut Ketua Bidang Turnamen dan Perwasitan PB PBSI Mimi Irawan, ini menunjukkan jalannya pertandingan memperebutkan gelar juara berlangsung kompetitif.
"Juara tidak bisa abadi. Sulit untuk menjadi juara tiga sampai empat kali berturut-turut," ujarnya.
Ia pun mengaku puas atas pelaksanaan Sirnas di tahun 2012 ini.
"Pelaksanaannya sukses dan berjalan dengan baik. Terima kasih kepada semua pihak yang telah berkerja keras demi terselenggaranya acara ini, pungkasnya.
Acara penutupan Sirnas dimeriahkan dengan tebaran confetti dan penurunan banner bertuliskan "See you at Djarum Sirkuit Nasional 2013". Rasanya tidak sabar menanti perhelatan Sirnas tahun depan. Tunggu kedatangannya di kota Anda.

Febrian Juara di Kandang

Febrian Juara di Kandang

25/11/2012

Tunggal putra tuan rumah, Febrian Irvanaldi menorehkan prestasi gemilang dengan menjuarai Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) Jawa Timur Open 2012, Sabtu, (24/11).

Di partai final, Febrian yang diunggulkan di tempat kedelapan mengalahkan punggawa Pelatnas, Evert Sukamta yang merupakan unggulan keenam. Febrian menang dalam dua game 21-14 dan 21-13. Febrian  mengalahkan Evert dalam waktu menit.

"Kita pernah sama-sama di Pelatnas. Jadi saya sudah tahu bola-bola dia," ungkap Febrian.

Kemenangan ini sekaligus menjadi gelar perdana bagi Febrian selama rangkaian Sirnas 2012. Pemain asal Hi Qua Wima ini pun mengaku senang atas pencapaian yang berhasil iaraih.

"Cukup bangga bisa meraih juara di kandang sendiri. Gelar ini saya persembahkan untuk keluarga, pelatih, dan teman-teman saya," paparnya.

Sebelum mengalahkan Evert di final, Febrian juga berhasil mengandaskan punggawa Pelatnas lainnya. Ia menaklukkan Andre Marteen Tene di ronde dua dan Panji Akbar Sudrajat di semifinal.

Pelatnas Gagal Raih Gelar

Pelatnas Gagal Raih Gelar

25/11/2012

Wakil Pelatnas yang turun di Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) Jawa Timur Open 2012 belum bisa membawa pulang gelar juara. Tiga wakilnya yang lolos ke partai final harus puas bertengger di posisi runner up.

Di nomor tunggal dewasa putra, Evert Sukamta dikandaskan atlet tuan rumah Febrian Irvanaldi dari Hi Qua Wima. Evert kalah 14-21 dan 13-21.
Di nomor ganda putri, pasangan Anggita S Awanda/Shela Devi Aulia kalah usai memberikan perlawanan sengit, 19-21, 21-19, dan 10-21 melawan juara Sirnas Jambi, Lita Nurlita/Variella Aprilsasi.
Begitu pun dengan Ade Yusuf/Wahyu Nayaka Arya P di nomor ganda putra. Pasangan yang berhasil menumbangkan unggulan pertama, Rendra Wijaya/Rian Sukmawan di perempat final ini kandas di tangan Didit Juang Indrianto/Praveen Jordan lewat pertarungan tiga game, 12-21, 21-19, dan 20-22.
"Tadi bola kami banyak yang mati sendiri. Tapi, permainan lawan memang bagus. Smash-smash mereka tidak terduga," ujar Ade saat ditemui usai pertandingan.